Home / HUKRIM / Geruduk Kantor Kejati Sulsel, GPMI Pertanyakan Penanganan Dugaan Korupsi 15 Puskesmas di Makassar

Geruduk Kantor Kejati Sulsel, GPMI Pertanyakan Penanganan Dugaan Korupsi 15 Puskesmas di Makassar

MAKASSAR – Di depan kantor Kejati Sulsel Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar, puluhan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dari Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) yang dipimpin Rahmatullah (Jendral Lapangan) terkait 15 Puskesmas yang terindikasi Korupsi yang ditangani Dinas Kesehatan Makassar dan Viralnya Foto Kepala Kejati Sulsel bersama Ketum Nasdem

Dari Pantauan awak media, Tampak Massa aksi berorasi secara bergantian dengan menggunakan megaphone, membakar Ban Bekas dan membagikan selebaran serta Membentangkan Spanduk yang bertuliskan Kritikan-kritikan kepada pihak Kejati Sulsel :

– Kejati SulselBar Mandul Tuntaskan Korupsi.

– Partai Kejati SulselBar Koalisi Gemuk, Dengan Partai Nasdem.

– Copot Kejati SulselBar.

– #GMPI Melawan !

Rahmatullah sebagai Jendral lapangan menuntut, Mendesak Kejati SulselBar segera memeriksa Kadis Kesehatan Kota Makassar.

“Kami Mendesak Kejati SulselBar melakukan pemeriksaan terhadap Kontraktor Rehabilitas 15 Puskesmas dan Mendesak Kejati SulselBar mengusut tuntas kasus Korupsi Rehabilitas 15 Puskesmas di Kota Makassar,” teriak Rahmatullah.

Sekira pukul 14.20 Wita, Massa Pengunras membakar dua Ban Bekas serta Massa Pengunras saling dorong dengan Aparat Kepolisian yang berjaga di lokasi aksi yang hendak memadankan Ban bekas yang dibakar.

Nampak 5 orang perwakilan Massa Pengunras diterima aspirasinya oleh Salahuddin. SH., MH (Kasi Penkum Kejati Sulsel) didampingi oleh Irwan. S (Kasi Intelijen Kejati Sulsel).

“Dari hasil penyelidikan Tim itu sudah bekerja dan mengumpulkan bahan dan keterangan melalui saranan intelijen dan perbedaan antara pinsus dan intelijen adalah bahan dari pinsus itu 90% dan ketika bahan itu sudah selesai maka segera ditindaki_” ucap Salahuddin.

Ditambahkan, Akan tetapi ketika bahan itu sangat minim maka sarana yang diturunkan melalui Intelijen dan saat ini tim sudah turun.

Terkait mengenai Tarmizi yang hadir menjemput Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Tarmizi datang hanya membawa nama pribadi bukan membawa nama kepala Kajati.

“Beliau menganggap dalam hal keluar antara anak dan orang tua, berhubung beliau satu kampung dengan Tarmizi. dan kami juga telah diminta untuk segera mengklarifikasi hal tersebut,” tegasnya dihadapan Perwakilan Massa aksi.

Data oengunjuk rasa, Puskesmas tersebut yakni puskesmas rappokalling dengan anggaran Rp 2,85
Miliar, puskesmas tamangngapa senilai Rp 4,6 Miliar dan puskesmas pembantu
pulau langkai sebesar Rp.2,2 Miliar.

Sementara itu, 12 puskesmas pembangunan lainnya masih bermasalah dan dalam tahap perampungan. Dugaan kami ada pelanggaran dan penyelewengan anggaran
emukan karena 12 proyek bangunan tersebut telah dilaporkan rampung 100
persen ke pejabat pembuat komitmen (PPK) dan PHO dengan realisasi pencairan
anggaran telah lunas.

Sementara ada 6 proyek puskesmas yang sudah menyeberang tahurn
atau pembangunan tidak selesai. Ada juga 6 proyek puskesmas yang mendapat addendurn atau perpanjangan waktu pengerjaan, yaitu puskesmas pulau kodingareng, puskesmas laying, tarakan, antang, malimongan baru, pattingaloang, semuanya tidak selesai 100 persen.

Menurut pengunjuk rasa, sejumlah bangurian puskesmas yang disebut tidak selesai, seperti puskesmas kodingareng yang dikerjakan oleh PT Rimba Raya Utama dengan nilai kontrak
Rp.2,84 miliar. Bangunan lainnya adalah puskesmas batua dengan nilai Rp 25,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Sultana Nugraha.

Para pendemo jugs menduga pihak Dinkes lalai tidak melakukan pengawasan sehingga pekerjaan rehabilitas tidak selesai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana sesuai masa kontrak. (WISNU)

loading...