Giliran Aktivis Bantaeng minta Kapolda Sulsel yang baru tegas tindaki dugaan korupsi Pengembangan pertisipasi masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik

oleh -273 views
Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Bantaeng– Pasca ditetapkannya  Irjen Pol Anton. Charliyan sebagai Kapolda Sulselbar , tentunya punya pekerjaan rumah (PR) terkait penanganan kasus korupsi di sejumlah daerah yang kini masih jalan di tempat. Salah satunya adalah penanganan dugaan kasus korupsi yang disorot aktivis kepemudaan bantaeng, dengan nama kegiatan “Pengembangan pertisipasi masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik” di kantor Bappeda Kabpaten Bantaeng yang di tengah ditangani Polres Bantaeng dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp.250 juta dari Anggaran Rp.414 juta APBD T.A 2011,

“Dugaan korupsi yang melibatkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga Kepala Bappeda bantaeng, Zainuddin.T, bersama  PPTK, Idrus, Bendahara, Darmawansyah), Kasubag program, Junaedi serta salah satu oknum Anggota DPRD Bantaeng Kasus ini masih belum jelas tindak lanjutnya. Ketidak jelasan kasus ini adalah bagian dari tugas pokok kinerja Kapolda Irjen Pol. Anton Charliyan  untuk melakukan evaluasi kinerja-kinerja setiap Polres yang ada di wilayah hukum Polda Sulselbar,  termasuk Polres Bantaeng,” ucap Yudha Jaya, aktivis kepemudaan di daerah tersebut dalam rilisnya yang diterima media ini, Sabtu malam (16/4).

Menurutnya, kasus korupsi di Bappeda Bantaeng ini sudah lama ditangani Unit Tindak Pidana Korupsi ( tipikor Polres Bantaeng beberapa tahun lalu, namun sampai saat ini belum ada titik terang sudah sejauh mana kasus ini di tangani dan siapa saja sebenarya yang terlibat secara sah Para pelaku koruptor didaerah ini.

“Kami meminta dengan hormat, agar kasus ini bisa diselesaikan secara hukum dan memerintahkan Polres Bantaeng untuk segera mempercepat proses hukum dugaan korupsi tersebut,” pungkasnya.

 

Editor: Malik

 

 

 

 

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.