Gizi Buruk Serang NTT, Enam Balita Sudah Tewas

oleh -198 views

imagesIndotimnews.com– Sebanyak enam anak dibawah lima tahun (Balita) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2014 meninggal, karena menderita gizi buruk. Dari total balita yang ditimbang sebanyak 361.696 anak.

“Ada enam anak yang meninggal, karena gizi buruk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Stef Bria Seran pada acara Workshop penguatan Jurnalis untuk advokasi di bidang kesehatan Ibu dan anak, Rabu, 11 Maret 2015.

Pada 2014, menurut dia, sebanyak 361.696 anak yang ditimbang. Dari jumlah itu sebanyak 310.497 gizi normal, 27.327 yang gizinya bermasalah, dengan jumlah gizi kurang sebanyak 23.963 anak. Sedangkan jumlah anak gizi buruk sebanyak 3.351 orang, 13 anak diantaranya dengan kelainan klinis, dan enam diantaranya meninggal.

Data ini menunjukan bahwa kasus gizi buruk di NTT masih ditemukan, karena kurang diperhatikannya pola makan anak. Karena itu, dia membantah, jika ada balita dengan gizi buruk, maka Dinas Kesehatan yang disalahkan. “Jangan kami saja yang disalahkan, jika ada balita gizi buruk,” katanya.

Karena, katanya, semua pihak harus bertanggungjawab dengan adanya gizi buruk di daerah ini, seperti Dinas Pertanian yang harus menyiapkan makanan bergizi bagi anak. Namun, diakuinya masih tingginya angka gizi buruk di NTT, karena faktor kemiskinan. “Masyarakat miskin sulit beli makanan yang sehat untuk anak mereka,” katanya.

Dia mengatakan untuk menekan angka gizi buruk, maka anak dengan gizi bermasalah harus ditangani secara dini, karena jika tidak tertangani akan menjadi gizi kurang dan gizi buruk yang berujung pada kematian. “Penanganan harus dimulai sejak dianggap anak gizi bermasalah. Jangan tunggu sudah gizi buruk baru mau ditangani,” tegasnya.

Kegiatan Workshop penguatan Jurnalis untuk advokasi di bidang kesehatan Ibu dan anak melibatkan sedikitnya 22 orang jurnalis, seperti koresponden, kontributor dan jurnalis media lokal.

(nttterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.