Global Handwashing Day: Ribuan Siswa Cuci Tangan Serentak di Makassar

oleh -309 views

20141105_16_27_06-1-1Makassar– Sekitar 1.000 siswa Sekolah Dasar di Kota Makassar melakukan cuci tangan serentak dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/11/2014).

Hadir dalam kesempatan itu yakni Wakil Wali Kota Makassar Syamsul Rizal, Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Naisyah T Azikin, Kadis Pendidikan Makassar Mahmud BM dan Asisten Brand Manajer Lifeboy PT. Unilever Indonesia Tbk, Disa lestari.

Panitia Pelaksana, Saharuddin Irwan di Makassar, mengatakan ribuan siswa itu berasal dari 60 SD yang tersebar di Makassar. Kegiatan ini juga diikuti 60 ibu PKK Kota Makassar yang sengaja dilibatkan demi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pada 2014 ini memang melibatkan 60 SD di kota Makassar. Kegiatan ini juga bukan hanya difokuskan di Makassar namun juga dibeberapa daerah di Sulsel yakni Kabupaten Sinjai dan Maros,” katanya.

Sebelum menggelar cuci tangan serentak, ribuan siswa SD itu terlebih dahulu melakukan pagelaran tari cuci tangan secara bersamaan. Setelah itu diakhiri dengan acara penempelan tangan di sebuah kain sebagai simbol hidup bersih.

“Kita berharap dengan kegiatan seperti ini membuat para siswa lebih peduli dan paham tentang pentingnya mencuci tangan,” katanya.

Asisten Brand Manajer Lifeboy PT Unilever Indonesia Tbk Disa lestari, menyatakan “Hari Cuci Tangan Sedunia` merupakan momentum yang tepat bagi pihaknya untuk mengingatkan kembali bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kebiasan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai salah satu bagian hidup bersih dan sehat.

Komitmen pihaknya dalam mensosialisasikan program CPTS pada masyarakat juga sejalan dengan program pemerintah uuntuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) 2015 dalam mengurangi tingkat kematian anak dibawah usia lima tahun hingga dibawah 32 kemattian per 1000 kelahiran hidup.

Lebih lanjut, perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia ini juga merupakan perayaan dari kesukseskan program Gerakan 21 Hari yang dilakukan perusahaan tersebut dan telah dilaksanakan di 16 provinsi di Indonesia.

Program ini,kata dia, menyasar siswa dan ibu PKK untuk menerapkan CTPS selama 21 hari tanpa henti agar tertanam dan menjadi kebiasaan pada kehiduapn sehari-hari.

“Kita mengajarkan membiasakan mencuci tangan sebelum makan pagi, makan siang, makan malam, saat mandi, setelah dari toilet. Untuk para ibu diajarkan bagaimana selalu CTPS sebelum menyiapkan makan bayi, sebelum merawat bayi, hingga seusai memberikan kotoran bayi,” katanya.

CPTS dengan air mengalir, kata dia, ternyata telah terbukti dapat menurunkan resiko diare hingga 50 persen dan ISPA sebesar 45 persen.

“Kami berharap melalui peringatan cuci tangan sedunia ini membuat kesadaran masyarakat untuk menerapkan CPTS semakin meningkat demi tercapainya target 70 juta tangan Indonesia sehat 2015,” ujarnya. (Antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.