GRADASI Himbau masyarakat tak tertipu lagi dengan Pemda Kolut

oleh -211 views

LMakassar– Kolaka utara kaya akan sumber daya alam, namun Gerakan Pemuda dan Mahasiswa menilai hanya di nikmati oleh segelintir orang saja dari sektor pertambangan.

“Jalan tOL kemudian berubah menjadi jalan pariwisata,sebelum di PERDA kan tentu sudah ter indikasi Pungli,berjalan seiringnya waktu di taktisi lah oleh pemerintah agar memiliki PERDA,untuk menepis kecurigaan para intelektual,indikasi pungli,wajar saja bupati di depan para anggota DPR Kolut,” papar aktivis GARDASI, Tambrin, via relesnya, Rabu (12/8/2015).

Dikatakan, di depan para Mahasiswa saat RDP, bupati mengakui kesalahanya dan akan membebaskan Retribusi jalan Tol,atau jalan pariwisata. Sehingga Mahasiswa yang melakukan demonstrasi dan peserta rapat dengar pendapat ketika itu, merasa sangat bahagia.

“Ternyata di balik kebahagiaan para demonstran waktu kembali di kibuli. Sehingga Aturan main jalan tol di sahkan di DPR kolut,para demonstran dan mahasiswa kolut dan mahasiswa yang dari Makassar yang berasal dari kolut, di kibuli juga oleh PEMDA,” katanya.

Lanjut Tambrin, memang sangat aneh, yang ditangkap oleh panca indera, perusahaan tambang mensejahterakan masyarakat. Tapi y,g di dalam ideal pemerintah dan pengusaha Nikel lokal dan asing,memperkaya diri sendiri. Masyarakat merasa desa nya tidak masuk dalam peta wilayah kolut( kebijakan palsu).

“Jalan tol yang dilihat oleh panca indera, memudahkan akses masyarakat, perputaran ekonomi, tapi yamg di dalam ideal pemerintah memeras Rakyat,Retribusi makna kata pembajak berdasi, Jadi yang kita lihat Realitas dan Ideal pemerintah tidak sesuai, sementara kebenaran,kesesuaian antara idea dan realitas,” tambahnya.

GARDASI menginghatkan agar mulailah meragu, untuk tidak tertipu lagi. Dialektika ini terus Berlanjut hingga terungkap kebenarannya. (Zl)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.