Gubernur Sulsel Ajak Wali Kota dan Bupati Ikuti Pelatihan Temasek Di Singapura

oleh -233 views

images(297)-1Makassar– Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo tertarik dengan program kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dengan Temasek Foundation.

Kerjasama yang dibangun Temasek Foundation (Perusahaan Singapura) dengan Pemkot Makassar yakni training manajemen bagi pejabat lingkup satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Saat ini sedang berlangsung dengan 6 sesion, sesion pertama di Makassar beberapa waktu lalu dan saat ini beberapa aparat SKPD dilatih di Singapura.

“Pak Gubernur sendiri yang buka (pembukaan pelatihan di Makassar). Sekarang ada ide Pak Gubernur bukan hanya Makassar dan seluruh aparatnya, tetapi seluruh kabupaten kota di libatkan di Sulsel,” kata Wali Kota Makassar, Danny Pomanto memedisi pertemuan Temasek dan Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Jl. Urip Sumohrjo, Kamis (13/11) pagi.

Dari pertemuan bersama Gubernur dan rombongan Temasek yang dipimpin Direktur Temasek Foundation, Stanley Lee mendapat respin baik.

“Itu disampaikan beliau, respon Temasek membuka jalan itu, maka hari ini Temasek datang untuk menindak lanjuti itu, proposal untuk mengikuti training ini berasal dari berbagai negara. Dari seluruh ini, beliau memilih makassar, dan bahkan sekarang menyetujui keinginan pemprov untuk memberikan training kepada seluruh kepala daerah di Sulsel,” tutur Danny Pomanto menyampaikan pokok-pokok pertemuan dengan orang nomor satu di Sulsel.

Danny mengemukakan Gubernur Sulsel tertarik ingin membawa seluruh bupati, wakil bupati dan sekda ke Singapura.

“Tadi sudah di sepakati dua hari di Singapura, dan dua hari di Makassar, dikantor gubernur, dan untuk staf – staf nya di bawah bisa dengan durasi yang lebih lama,” ujar Danny yang didampingi Bos Temasek, Stanley Lee.

Lebih lanjut Danny menyampaikan fokus training yang akan diberikan bagaimana melihat seluruh potensi Sulsel seperti agro, hasil resorsis menjadi industri.

“Selama ini kan kita lebih banyak mengekspor mentah,” ucapnya.

Kerjasama SDM, kualitas manusia, paradigma baru, ilmu – ilmu dalam memaksimalkan potensi Sulsel.

“Anggaran sementara di bicarakan. Kalau di Makassar, semua training itu di bantu Temasek. Perjalanan dan selebihnya kita yang tanggung,” tutur Danny mantan konsultan profesional bidang tata ruang kota.

Danny mengemukkan Makassar sudah tahap kedua.  Pengalaman Makassar di training pertama, para pimpinan SKPD mendapat banyak visi – visi baru dalam mengembangkan potensi kota.

“Sekarang sudah mulai aktif, misalnya termasuk smart city. Ini mereka mulai, paradigma mulai terbuka. Dulu kan stag sekali, sekarang pulang dari Singapura.

Ini mereka laporan tersebut, termasuk melihat sebuah visi berproses menjadi sebuah kenyataan. Visi seorang Lee kuan yew, mereka melihat visi itu ditahun 1977 sekarang sudah terwujud, itu adalah hal yang paling punya nilai dari sebuah teori yang biasa hanya sebatas teori.
Ini indikator pejabat yang bisa pergi. Karena hasilnya nanti diuji. Jika tidak berguna itu di stop,” tutur Danny memaparkan.

Nanti ada tugas – tugas, lanjut Danny misalnya mereka belajar tentang kanal, tapi kemudian hasilnya tidak ada, maka akan langsung di stop.

Sementara Stenley menyampaian ini hubungan baik dengan Makassar. “Sebelumnya saya juga bahagian alumni Singapura corporation ketemu beliau dan beliau tertarik, karena kami berteman, dan menganggap DIA memimpin Makassar tidak sia – sia membantunya karena betul – betul sungguh-sungguh ingin melaksanakan,” kata Stanley berdialeg bahasa Inggris.(HK/RG)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.