Hamili pacar, diminta tanggungjawab secara adat, malah berurusan polisi

oleh -151 views

LGjZoSS7GIuw8HhQGLfOIRJuWPreMXmtC5BJaHJ_xLaddyaijKuYeBuEk4Faa70kjDMikF1EviEOwXjf2-1iZ4_FH5PYxA0GqLSKoNJAq0wgpcP1gCnlK4Z9_SQXROw6YGeb=w471-h312-ncMakassar– sebutlah Ani, samaran (25), mahasiswi salahsatu perguruan tinggi swasta (PTS) di kota ini, dihadapkan dengan problema cinta. Dengan kekasihnya.

Ani yang kini tengah mengandung anak kekasihnya Amran, samaran (25), yang dipacari sekitar 3 tahun, mengharap agar sang pria yang dicintai bertanggungjawab dengan tidak mengindahkan kaidah adat Bugis- Makassar dengan menyiapkan uang panai (mahar).

Nah, ketika Ani ketahuan tengah hamil dua bulan, orangtuanyapun berupaya melakukan komunikasi dengan pihak keluarga sang pria.

Namun apes, secara adat daerah, permintaan orang tua. Ani, ternyata tak dapat dipenuhi. Alasannya, nilai nominal yang diminta tak mampu dipenuhi.

Selasa malam (4/8/2015), dii Kantor Polsek Biringkanayya, pihak kuarga wanita meminta bantuan polisi untuk penanganan masalah cinta yang tengah berbuah.

Berkisar 2 jam ditengahi pihak kepolisian selaku negosiator, nampak akan berujung pada kesepakatan dari dua belah pihak.

merekapun membuarkan diri dengan akan dilakukannya pertemuan selanjutnya yang ditengahi pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Biringkanayya. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.