Hanya 8 jam, pembunuh mayat yang ditemukan dihutan Bangkala Barat Jeneponto diciduk

oleh -146 views

 

Indotimnews– Warga Dusun Karampuang, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, digegerkan temuan mayat yang sudah membusuk di hutan jati dusun tersebut, Jumat 20 Januari 2016.

Wargapun mengambil sikap melaporkan temuan mayat tersebut ke Polsek Bangkala Barat.

Pihak kepolisianpun ketik menerima lapora warga, menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna melakukan evakuasi mayat.

Kondisi mayat yang sudah menyengat ini dalam keadaan telungkup tanpa menggunakan baju serta dilengkapi identitas diri.

Menurut Kapolres Jeneponto, AKBP Herry Susanto, melihat kondisi mayat sudah membusuk dan sebahagian daging sudah  tidak ad di makan rayap.

“Mayat tersebut perkirakan sudah sekitar 20 hari berada di Tkp tanpa identitas. Anggotapun melakukan evakuasi dan mengamankan likasi untuk dilakukan  olah TKP,” ucap Kapolres Jeneponto, Sabtu (21/1/17).

Demikian halnya lanjut Hery, petugas kepolisian mengimpulkan benda-benda yang mencurigakan di sekitar Tkp serta enghubungi pihak rumahsakit  untuk mlakukan evakuasi dan pemeriksaan luar tubuh mayat.

Dari hasil olah TKP dan bukti-bukti yang ada, pihak Sat Reskrim Polres Jeneponto mendapatkan identitas korban dengan nama Masing Dg. Talli.

Pihak saksi yang dimintai keterangan aparat penyidik, sdr. Daeng Situru, menjelaskan, bahwa  satu  bulan yang lalu korban prenah menginap dirmhnya dan telah di jemput oleh keluarganya yang bernama Sodding bersama 2 orang lainnya yang mengaku menantu korban dna beranjak  menggunakan mobil Pick Up merk Grand Max warna putih dengan rencana tujuan ke Makassar.

Demukian halnya dengan keterangan saksi Ibu Kepala Desa Jene Tallasa Kecamatan Bangkala mengamankan korban dirumah Sijaya, karena ada permasalahan.

Beberapa saat kemudian, dua pria mendatangi ibu desa yakni Siratang dan Rajamuddin melakukan pengancaman agar menunjukkan keberadaan korban.

“Dari hasil keterangn para saksi Sat Reskrim melakukan penangkpan terhdap dua tersangka yakni Lengkasa dan Sakir,” tampah Kapolres.

Dari hasil interogasi kedua tersangka yang ditangkap lebih awal, membenarkan bahwa korban tewas karena dianiaya sekitar 20 orang di atas mobil truck kemudian mayatnya diuang kehutan.

Sementara itu,  motif pembunuhan menurut para  tersangka,  merasa jengkel dan dendam dengan ulah korban, karena Tahun 1997 silam menghamili anak kandungnya yang bernama SN,  sehingga korban diusidan tak perbolehkan oleh. Warga kembali kekampung.

Akhir tahun 2016 korbn datang kembali sehingga para pelaku mencari korban. Sedang wanita yang dihamilinya pada Tahun 1997 sampai saat ini tak diketahui keberadaannya.

Jadi, kurang dari 8 jam, pihak kepolisian, Polres Jeneponto sudah mengungkap pelaku pembunuhan mayat yang ditemukan membusuk dalam hutan kasus sudah terang dan beberapa pelaku sudah dapat diamankan.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondany mengaku, sampai saat ini, anggota masih melakukan pengembangan untuk menangkap para pelaku lainnya.

Editor: A. Rahim

loading...
loading...