Hanya karena bakar ikan, 4 kader HMI Komisariat Kelautan UNHAS diskorsing

oleh -377 views

IMG_20160320_204923Makassar– Empat kader Himpunan Mahasiswa Iskam (HMI),  Komisariat Kelautan, Cabang Makassar Timur tak menyangka akan mendapatkan sanksi skorsing hanya karena menggelar acara bakar-bakar ikan di malam hari dalam area kampus Unhas.

Empat kader yg mendapatkan sanksi tersebut yakni mahasiswa angkatan 2012 inisial (Rm) dengan sanksi skorsing dua semester.mahasiswa angkatan 2013 inisial (As) dan (FF) dengan sanksi skorsing satu semester.terakhir mahasiswa angkatan 2015 inisial (Ha) dengan sanksi skorsing satu semester.

Informasi yang dihimpun indotimnews.com, sanksi skorsing ini berawal dari acara bakar-bakar ikan yang dihadiri oleh para kader HMI dan Keluarga Besar Mahasiswa Kelautan di pelataran parkir fakultas ilmu kelautan, Unhas dan perikanan (fikp), belum lama ini.

Kegiatan yang digelar pada malam hari, dianggap melanggar aturan jam malam dan tidak mendapatkan ijin dari pimpinan fakultas.setelah kegiatan inilah,sejumlah mahasiswa langsung di panggil oleh komisi disiplin (Komdis) Fikp unhas senin 18/1/2016 dan selasa 2/2/2016 lalu.

Setelah di gelar sidang komdis tersebut, keluarlah surat keputusan skorsing untuk semester genap 2015/2016 yang di tanda tangani oleh dekan fikp prof jamaluddin jompa, selasa 15/3/2016.

Dalam keputusannya, Rm sebagai ketua panitia ombak 2015 di anggap melakukan kesalahan memimpin kegiatan malam dan di anggap melanggar larangan jam malam dan menggunakan dana HMI Komisariat  secara tidak sah.

AS sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Kelautan dianggap sengaja mengabaikan larangan dari wakil dekan III bahwa kegiatan bakar2 ikan tersebut tidak memperoleh ijin dari fakultas.sementara FF sebagai kooordinator lapangan ombak 2015 di anggap melakukan kesalahan karena mengeluarkan undangan bagi mahasiswa angkatan 2015 untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sedangkan Ha sebagai ketua angkatan 2015, di anggap melakukan kesalahan karena menyebarkan undangan untuk mengikuti kegiatan malam yang tidak mendapat ijin.

Keluarnya putusan ini tidak di terima oleh ke empat mahasiswa tersebut serta keluarga besar Mahasiswa kelautan Unhas. Hal ini di sampaikan oleh ketua HMI Komisariat Ilmu Kelautan Unhas, Andi Resky Setiawan yang menegaskan akan melakukan banding ke Komidis Fikp Unhas.

“Keputusan yang di keluarkan tidak sesuai dengan kesalahan teman-teman kami. Menurut peraturan Akademik Unhas, kalau melanggar aturan jam malam hanya mendapat peringatan keras bukan skorsing akademik,” tutur Talib selaku mantan Ketua Komisariat Ilmu Kelautan Unhas dalam rilis yang diterima media ini, Minggu (20/3.

Menurutnya, banyak kejanggalan dari putusan skorsing ini, salah satunya tidak di camtunkannya secara jelas aturan yang dilanggar dalam Surat keterangan (SK) yang diterima ke empat mahasiswa tersebut dan pihak birokrasi harus lebih jeli melihat untuk menjatuhkan hukuman kepada mahasiswa tersebut. (*)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.