Hardiknas 2016: HMI Komisariat UIT Menggugat, Unjukrasa diwarnai bakar ban

oleh -210 views

IMG_2054Makassar– Sejumlah kader Himpunan mahasiswa Islam (HMI), sejajaran komisariat UIT & organisasi internal BEM sejajaran Universitas Indonesia Timur (UIT) menggugat
Momentum 2 MEI Hardiknas 2016.

Gerakan yg di pelopori oleh ketua umum BEM Sejajaran UIT dan Ketua Umum HMI koorkom Tamalate cabang Makassar yang menaungi beberapa komisariat yang berada di Wilayah Tamalate, khususnya di UIT, Shalahuddin Al-ayyuby yg biasa d sapa Nughi, bersama rekan2 organisasi internal UIT, mengecam keras kebijakan institusi kampus UIT yang kemudian mengeluarkan suatu kebijakan yg sangat meresahkan mahasiswa.

“Tiba saatnya perang terhadap mafia pendidikan yg berada dalam perguruan tinggi. Genderang perlawanan telah di tabu.
Mari Menyatukan seluruh kekuatan dari segala sudut untuk bergerak bersama. Karena Ini menjadi sebuah keharusan yang mesti dilakukukan..tak ada lagi gerakan solo dan sendiri sendiri, suara harus bergemuruh serentak dari kampus UIT,” ucap Nugi.

Dia menegaskan, satu kata,satu gerakan HENTIKAN KOMERSIALISASI pendidikan Yang ada di instuisi kampus UIT, apa lagi hari ini tepat pada tanggal 2 Mei merupakan Hardiknas dimana sebuah Momentum bersejarah pergerakan nasional di indonesia untuk memberikan warning kepada para birokrasi kampus atas kelayakan pendidikan yg seharusnya memiliki kualitas pendidikan di UIT terkhusus nya.

“Mahasiswa sebagai generasi pelanjut dari pada gagasan pembangunan kini telah tercederai oleh institusi yang berkedok pendidikan tetapi di dalamnya menjadikan mahasiswa sebagai alat untuk memperkaya diri tanpa melihat kualitas pendidikan yang di berikan.” lanjutnya.

Dikatakan, kenaikan biaya perkuliahan sebesar 75 persen telah mencekik mahasiswa yang nyatanya tidak sejalan dengan fasilitas dan ilmu yang di dapatkan di kampus. Bukan kah ini sebuah pengkihiantan terhadap amanat UUD 1945 dan PANCASILA “mencerdaskan kehidupan bangsa” sampai saat ini ternyata hanya‎ menjadi pelengkap undang undang dasar?

“Olehnya itu kami seluruh elemen kampus dalam hal ini organisasi Internal, BEM sejajaran UIT dan HmI komisariat sejajaran UIT cabang Makassar ,menuntut kepada para birokrasi kampus.

Ini tuntutannya;

*Tarik kembali S.K kenaikan SPP dan BPP serta pembayaran lainnya yang naik sebesar 75%
*Segera memperjelas status Akreditasi UIT
*Lengkapi seluruh fasilitas perkuliahan yang menjadi kebutuhan setiap fakultas.
*Segera memperbaiki sistem kepengurusan ijazah yang

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.