Hasil sewa Gedung CCC tak disetor ke kas negara, Polisi OTT Dinas Perdagangan Sulsel

oleh -593 views

Makassar– Pihak kepolisian, Polda Sulsel, melakukan Operasi Tangkap Tamgan (OTT) di Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, tetkait penyewaan gedung CCC di Jalan Tanjung Metro.

Dalam press comprensnya, Kamis sore (28/12/17), Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol. Yudhiawan yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, ihkwal menguaknya gugaan korupsi ini, saat Polda Sulsel menerima informasi dugaan tindak pidana khusus di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Sulsel.

Dugaan tindak pidana khusus yang dimaksud terkait dengan:
1. Penyewaan gedung CCC (Celebes Convention Centre). “bahwa hasil menyewaan tidak di stor ke Kas Daerah”.
2. Penggunaan APBD TA 2017 atas beberapa kegiatan Penunjukan Langsung di UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel.

“Bahwa setiap pembayaran dari nilai kontrak penunjukan langsung dilakukan pemotongan oleh saudara Nur Asikir selaku kepala UPTD BPLP Dinas Perdangan Prov Sulsel sebesar 65%” dari nilai kontrak,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel.

Sementara, Direskrimsus Polda Sulsel menambahkan, Subdit 3 Tipikor melakukan pemantauan atas kegiatan pemotongan 65% yang dilakukan oleh saudara Nur Asikin selaku kepala UPTD BPLP Dinas Perdangan Sulsel atas pekerjaan penunjukan langsung dan di dilakukan Operasi Tangkap Tangan di kantor UPTD UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan.

“Saat OTT, ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 350.000.000 di ruangan kepala UPTD dan diruangan staf sebesar Rp 83.600.000,” terang Yudhiawan.

Dijelaskan OTT yang dilakukan, Kamis 28 Desember 2017, Kronologisnya, sekitar Pukul 10.00 Wita, Malik selaku Kontrator Pelaksana penunjukan langsung mengantarkan uang sebesar Rp.350 Juta pada kepala UPTD Balai Pelayanan Logistik Dinas Perdagangan Sulsel.

Selanjutnya, sekjtar Pukul 11.44 Wita Tim Subdit 3 Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel melakukan OTT dikantor UPTD BPLP DInas Perdagangan Sulel dan ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 433.600.000, Dokumen berupa Buku rekening Nur Asikin, Dokumen penyewaan CCC, Dokumen seteron sewa dan Dokumen Surat Perintah Kerja (SPK).

“Dalam OTT tersebutaparat kepolisian menyita uang senilai.Rp 433.600.000 bersama Nur Asikir (kepala UPTD) dan Malik Arif (Kotraktor Pelaksana) ke kantor Dit Reskrimsus Polda Sulsel,” tambah Dirkrimsus Polda Sulsel.

Sementara sanksi pidanayang akan menjetat terdangka adalah pemberi : Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf d Subs. Pasal 13 UU No. 31 1999 , Jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Tipikor.

Untuk Penerima : Pasal 12 huruf a atau b subs. Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 Jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Tipikor. (*)

loading...
loading...