Hendak jemput isteri pulang pengajian, Pria setengah baya ini dianiaya, Polres Matra diminta tegas

oleh -270 views

images(30)Mamuju Utara– Ketika hendak menjempuit isteri yang mengikuti pengajian di rumah salahsatu paslon Bupati Matra, di Pasangkayu, Kamis malam (19/11), Kimin (55), mendapat bogem mentah dari sahsatu yang diduga orang dekat paslon bupati pemilik rumah tersebut.

Informasi yang dihimpun indotimnews.com, bahwa isteri korban daat berada di rumahnya dijemput oleh tim paslon yang dimaksudkan. Nah, menjelang beberapa jam, korbanpun berencana menjemput isteri karena malam sudah mulai larut.

Sesampai di rumah tempat pengajian itu, Timing dihampiri Sudding, pria yang selama ini dikenal kerap mengawal salahsatu paslon bupati. Tak banyak tanya, pria inipun mengusir Timing dan melayangjkan tinju kekepala korban hingga pecah.

Beberapa warga sekitar melerai penganiayaan itu, namun Timing sudah berlumuran darah. Iapun dipaph dan pulang tanpa membawa isteri.

Terkait dengan penganiayaan yang dialami, Timingpun melaporkan kejadian itu ke Mapolres Matra. Dan tersangka openganiayan tersebutpun digelandang ke Polres untu dimintai keterangan akibat penganiayaan yang dilakukan.

Nah, berkembang informasi di tengah warga, jika salahsatu Tim Paslon Bupati Matra, berupaya melakukan lobi-lobi hukum, guna meminta Polres Matra melakukan proses penangguhan. Namun sampai berita ini tayang, belum ada informasi apa permintaan mereka dikabuli atau tidak oleh Kapolres Matra.

Peristiwa inipun cukup heboh di kalangan warga Pasangkayu, dan warga daeah itu mencibir akibat perlakuan orang dekat paslon tertentu tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat yang enggan terlinbat dalam lingkaran politik jelang pemilihan kepala daerah di Matra, meminta agar kepolisian menegakkan hukum atas penganiayaan berat yang dialami pria setengah baya yang hendak menjemput isteri dari pengajian.

“Kami warga meminta agar Polres Matra tidak memberi penangguhan pada tersangka penganiaya, walaupun ia orang dekat salahsatu paslon bupati. Kasihan korban masyarakat kecil yang butuh perlindungan hukum,” ucap Ts (inisial) yang enggan ditulis lengkap namanya dengan alasan faktor kemanan.

Laporan: Tim
Penulis:Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.