Home / Indotimnews / Himalaya Pangkep Sikapi Indikasi Korupsi Desa Stanger

Himalaya Pangkep Sikapi Indikasi Korupsi Desa Stanger

PANGKEP– Himpunan mahasiswa Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulsel menyikapi kasus indikasi Korupsi proyek pembangunan Posyandu dan perbaikan kantor Desa, di Jln Poros Depan Taman Musafir dan Kantor Kejari Pangkep. Jum’at (8/2/2019)

Pemerintah Indonesia mensosialisasikan bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari pelosok-pelosok Desa sehingga menggelontorkan anggaran sampai Miliaran Rupiah.

Namun ironisnya masih banyak oknum-oknum kepala desa yang memangkas anggaran yang ada di Desa dalam hal ini melakukan tindakan koruktip.

Jenderal lapangan Arjuna Laut mengatakan, dalam orasinya seperti halnya oknum Kepala Desa Stanger, Kec. Liukang Tangaya Kab. Pangkep terindikasi Korupsi pada proyek pembangunan Posyandu dengan anggaran Rp. 65 Juta dan perbaikan Kantor Desa Rp. 144 juta.

Sebab fisik yang ada tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan pada proyek tersebut, dimana Posyandu hanya berukuran 3×4 Cm dan Kantor desa temboknya ditambal,cat dan ganti atap.

“Oleh karena itu kami meminta Kejaksaan Negeri Kab. Pangkep untuk menangkap oknum Kepala Desa Stanger, mendesak Kejari Pangkep mengusut tuntas indikasi Korupsi proyek Posyandu dan Renovasi Kantor Desa dan segera melakukan pemanggilan oknum kepala Desa Stanger selaku kuasa penuh pengguna Anggaran,” tegasnya. (*)

loading...