Home / EKOBIS / HIMATRA: Pertambangan PT.AMIN Diduga Melakukan pelanggaran Terhadap UU nomor 4 Tahun 2009

HIMATRA: Pertambangan PT.AMIN Diduga Melakukan pelanggaran Terhadap UU nomor 4 Tahun 2009

KOLAKA– Kenyataan tidak berkolerasinya antara berlimpahnya kekayaan indonesia dengan kesejahteraan rakyat merupakan Anomali.

Dari anomali itu sampai pada kesimpulan yankni pasti ada yang salah dalam pengelolaan bahan galian di Indonesia kususnya di Kabupaten Kolaka Utara.

Menurut Kepala Bidan Pertambangan Himpunan Msyarakat Tambang Sulawesi Tenggara (HIMATRA), Muhammad Sanin, pengelolaan pertambangan Yang dilakukan oleh Pihak perusahaan PT.AMIN Diduga Melakukan pelanggaran Terhadap UU nomor 4 Tahun 2009 Dengan melakukan Aktifitas Penambangan Tanpa Izin.

” Pihak PT.Amin hanya bayer yang diberi kemudahan oleh pemerintah Untuk membeli Sisa Ore yang ada di stockfike dengan pertimbangan tidak akan berguna jika dibiarkan tinggal di stockpike karena akan mengalami penurunan kadar namun pihak PT.Amin melakukan tindakan lain dikuar dari kewenangannya yaitu diduga melakukan Aktifitas penambangan yang Tidak memiliki Legalitas dalam artian IUP Operasi Produksi, C and C dan masih banyak pelanggaran lainnya,” tutur Kepala Bidan Pertambangan Himpunan Msyarakat Tambang Sulawesi Tenggara (HIMATRA).

Ditegaskan dalam rilisnya yang diterima media ini, Minggu (30/8/18), pihak PT.Amin (Kade) dalam hal ini sebagai pihak pelaku utama dan penanggungjawab dalam dugaan aktifitas Ilegal Mining yang dilakukan oleh pihak perusahaannya hanya menutup diri dan tidak memberikan penjelasab terkait hak tersebut.

“Bukan hanya itu bapan kade juga bahkan tidak ingin menerima Surat undangan Hearing Himpunan Msyarakat Tambang Sulawesi Tenggara(HIMATRA) di Kantor DPRD kolut untuk menjelaskan dugaan aktifitas ilegal mining yang akan dilakukan pihak PT.Amin,” pungkas Muhammad sanin, Kabid.Pertambangan HIMATRA. (Rilis)

loading...