Home / Indotimnews / HIMSAB UMI Bersama IMASASI Gelar Dialog Bahasa dan Kesusastraan Arab

HIMSAB UMI Bersama IMASASI Gelar Dialog Bahasa dan Kesusastraan Arab

MAKASSAR– Rangkaian peringatan Hari Bahasa Arab se dublnia ke 45, Himpunan Mahasiswa Sastra Arab ( HIMSAB) Fakultas Sastra UMI (19/12) kerjasama Ikatan Mahasiswa Studi Arab se Indonesia ( IMASASI) Wilayah IX gelar dialog bahasa dan kesusastraan dirangkaikan dengan silaturrahmi pembina Himsab UMI.

Hadir tampil sebagai pemateri Drs. Usman Ismail, MA., ( Dosen Bahasa Arab Fak Sastra UMI) Menelisik Kesusastraan Arab dari Era Klasik Hingga Postmadernisme dan Dr. H.M. Ruslan, MA ( Dosen Bahasa Arab Fak.Sastra UMI) dengan judul Pemerolehan struktur Gramatika dalam Bahasa Arab)

Usman Ismail dalam materinya mengatakan, peran bahasa Arab dalam perkembangan peradaban dunia memiliki nilai strategis, , tidak hanya terbatas dalam bidang seni saja, tetapi juga mempengaruhi peradaban Romawi dalam banyak bidang bahkan musik dan syair.

“Seorang orientalis Reinhart Peter Dozy( Belanda) menyatakan penyesalannya atas kebanggaan bangsa Romawi yang menggunakan bahasa Arab melebihi kebanggaan terhadap tanah airnya sendiri. Selain itu, bahasa Arab juga mengukir sejarah kejayaan peradaban Islam dengan menjadi pentransfer bahasa Iberia ke bahasa lain seperti Perancis,” ucap Usman.

Diakui, peradaban Islam telah membuktikan bahwa bahasa Al Quran merupakan bahasa dengan nilai sastra yang sangat tinggi, sehingga para penyair handalpun tidak mampu menandingi sastra al quran.

“Keistimewaan bahasa al Quran ini tentu bukanlah suatu kebetulan melainkan telah direncanakan oleh Allah ang menurunkan wahyu al Quran kepada umat Islam agar mereka berpikir,” ujar mantan Dekan Fakultas Sastra UMI.

Menurutnya, dengan bahasa Arab yang juga bahasa Al Quran inilah Islam mudah tersebar dan mudah diterima oleh masyarakat di penjuru dunia.

“Karena keunikan bahasa Arab, peradaban Barat pun telah terpengaruh kemudian memgembangkan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi mereka. bahkan bahasa perantara ilmu pengetahuan. Saya dapat mengatakan bahasa Arab ibarat akar pohon yang kokoh, peradaban ssbagai batang yang tegak berdiri, dan ilmu pemgetahuan seperti daun yang rindang dan selalu berkembang,” tegas Usman Ismail

Sementara itu Dr Ruslan Wahab MA mengatakan bahwa tidak ada bahasa tanpa gramatika/struktur. kita harus memahami struktur kalimat dulu. dalam bahasa Arab dikenal ada dua jumlah ismiyah dan fi’iliyah dan kemudian mengalami perkembangan.
Perubahan kata dari aspek makna karena adanya perubahan dalam struktur. Makna penting untuk diketahui. Mufradat bahasa Arab akan mengalami.perubahan makna dalam struktur, meskipun tidak menanggalkan makna pertama setelah berada dalam satu struktur.

Pengurus MUI Sulsel ini banyak mengambil contoh kosa kata Al Qur’an yang mengalami perbedaan makna dalam beberapa struktur/kalimat. Salah satu contoh yang diberikan, kata an nisa yang memiliki perbedaan makna karena posisinya dalam kalimat/struktur.

Sementara ketua panitia, Syaifullah Fattah disela-sela acara mengatakan kegiatan dialog yang didesain senagai wujud mempromosikan bahasa Arab sebagai bahasa yang mendapatkan garansi dan proteksi Allah hingga akhir hayat dan merupakan rangkaian dalam rangka semarak hari bahasa Arab se dunia yang ke-45, sebelumnya tepat tanggal 18 Desember 2018 kami pawai bersama dengan mahasiswa bahasa Arab PTN/PTS se Kota Makassar bertempat di Fly Over.

“Bahasa Arab memiliki peran besar dalam membangun peradaban di dunia sampai era modern sekarang,” papar Syaifullah.

Lebih 422 juta jiwa di seluruh penjuru dunia menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari mereka, khususnya di Timur Tengah dan Afrika Utara, ujar Syaiful Mahasiswa Sastra Asia Barat Fakultas Sastra UMI semester V.

Penetapan tanggal 18 Desember 1973 sebagai hari lahir bahasa Arab, mengacu kepada terdaftarnya bahasa Arab terdaftar dan menjadi bahasa International yang masuk ke dalam kesepakatan UNESCO dan menjadi bahasa resmi bahasa dunia dan berada urutan ke 6 dari 22 bahasa negara di seluruh dunia.

“Bahasa memahami strukut tanpa memahami struktur maka.tidak ada bahasa demgan menggunakan mufradat. mereka berbahasa dnegan menggunakan struktur atau jumlah. Bahasa Arab secara gatis besar mengenal jumlah filiyah dan jumlah ismiyah,” terangnya. (*)

loading...