Home / Indotimnews / HIPMA-KT Cabang Makassar Sorot Statemen Gubernur Kaltim. Ini Masalahnya!

HIPMA-KT Cabang Makassar Sorot Statemen Gubernur Kaltim. Ini Masalahnya!

MAKASSAR– Terkait dengan banyaknya kecelakaan di lubang bekas galian tambang sejak 2011 menjadi problem dalam upaya pembangunan berkelanjutan provinsi kalimantan timur.

Aufa Fadhillah, selaku Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) cabang Makassar, Rabu (26/12) dalam rilisnya menyayangkan pernyataan Gubernur Kaltim Bapak Isran Noor yang mengatakan bahwa kecelakaan di lubang bekas tambang tersebut adalah nasib.

“Seharusnya Gubernur sebagai pucuk pimpinan tertinggi dalam birokrasi bisa memberikan solusi layaknya seorang pemimpin pemerintahan, bukan seperti orang tak berpendidikan,” ungkap aufa.

Aufa juga mempertegas terkait jarak kawasan pertambangan dengan kawasan permukiman maupun fasilitas Umum yang dimana termaktub dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan Untuk Usaha dan atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara, sangat jelas diharuskan jarak minimal adalah 500 Meter.

“Data yang kami selidiki itu rata-rata kurang dari 200 Meter, salah satunya adalah kawasan tambang di daerah sanga-sanga, kukar,” pungkasnya.

Untuk kedepannya Gubernur diminta HIPMA-KT, lebih memikirkan keselamatan rakyat, jangan hanya memikirkan hasil dari aktifitas pertambangan yang menyamping persoalan Kelestarian Lingkungan hidup yang dimana adalah tempat manusia beraktifitas.

” Kami juga akan melakukan penyelidikan lanjutan terkait indikasi kongkalikong antara pihak perusahaan dan oknum-oknum nakal dalam tubuh pemerintahan terkait pengurusan izin tambang yang tidak sesuai AMDAL,” tutup Aufa, mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UINAM ini. (Rilis)

loading...