HMI Korkom 45: Saut Situmorang Pancing Amarah Mahasiswa Islam

oleh -308 views

IMG_20150921_131346


Makassar– Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar,  yang  memblokade Jalan Bonto Lempangan malam ini, Sabtu (7/5), sempat  memanas.

Kordinator komisariat HMI Universitas .45 , Ahmad Akbar dan juga salah satu Wabendum PTKP HMI korkom univ,45 , mengutuk keras statment Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK terkait diskriminasi kader HMI.

“Kami mendesak kepada Kapolri dan Presiden RI agar menindaklanjuti tindakan Saut Sitomorang yang memancing amarah seluruh kader organisasi ini,” jelas Akbar.

Sementara itu, Ketua Komisariat FKIP Universitas 45 Makassar, Ghazaly, bahwa tindakan wakil ketua KPK telah mencoreng nama baik seluruh kader HMI se-Indonesia dan berjanji  akan terus melakukan aksi unjuk Rasa ketika Saut Sitimorang tidak meminta maaf kepada kader HMI disini.

“Kami mengecam apa yang dinyatakan oleh Saut Situmorang. Pernyataan Saut itu sangat sangat-sangat tendensius. Mengapa harus HMI yang disebut? Ini ada apa?,” kata M Ghazaly.

Diketahui, Saut sebelumnya melontarkan statement bahwa kader HMI adalah orang-orang cerdas saat masih mahasiswa. Tetapi setelah menduduki sebuah jabatan, berubah menjadi koruptor.

“Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal LK 1, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” kata Saut dalam sebuah acara Talk Show, bertajuk Benang Merah; ‘Harga Sebuah Perkara’, di salah satu stasiun televisi swasta , Kamis 5 Mei 2016 lalu.

Pernyataan Saut itu, menurut Ghazaly sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pimpinan lembaga negara penegak hukum.

“Sebagai pejabat publik, pria berlatar belakang Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu seharusnya berhati-hati dan tidak asal bicara,” tuturnya.

Sebab, kata dia, dari statement tersebut, Saut tampak sengaja mencoba melakukan stigmatisasi dan mengeneralisir bahwa kader HMI itu pelaku korupsi.

“Ingat, tidak semua kader HMI yang ikut Latihan Kader I (LK I), melakukan tindakan korupsi. Saut harus minta maaf kepada HMI,” tegas Gazaly.

Saut, tambah dia, seperti mengalami amnesia bahwa di rahim HMI ada nama mantan Ketua MK, Mahfudz MD, mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, dan Cendikiawan Muslim, Nur Cholis Majid (Cak Nur) yang integritasnya sudah teruji.

“HMI berperan penting dan melahirkan kader-kader terbaiknya dalam mengawal perjalanan bangsa ini, kami minta Saut tarik ucapannya itu atau mundur dari pimpinan KPK,” pugkasnya.

Editor: Ana

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.