Hobi; Mengenal Berbagai Sisi Batu Permata Sapphire

oleh -325 views

images(38)-1Jakarta– Sebelumnya yuk kenali berbagai jenis Variasi Warna Sapphire. Ada warna Biru, Ungu, Kuning, Orange, Hitam, Bening, Putih
Kadar Transparasi : Transparan, Translusan, Opak.

Sementara Luster Sapphire : Adamantine to Vitreous Index Bias Sapphire : 1,760 – 1,772
Kadar Keras Sapphire : 9 skala mohs. Berat Jenis Sapphire :  3,99 – 4.10. Untuk Formula Kimia : Al2O3 + Fe, Cr, Ti, Sistem Kristal : Heksagonal

Wilayah Penghasil Sapphire : Srilangka, Burma ,Australia, Amerika Serikat,Tanzania, Mozambik, India, China, Afganistan, Tajikistan, Vietnam, Columbia, Kamboja, Kenya, Laos, Malawi, Nepal, Thailand, Nigeria dan Pakistan .

Nah, jika anda seorang pecinta batu permata atau praktisi batu permata, pasti anda bisa menyebutkan lebih dari 10 jenis batu permata, bahkan mungkin hingga 100 jenis batu permata.

Namun bagi orang awam, batu permata hanya identik dengan 4 jenis batu, yaitu sapphire, ruby, zamrud dan berlian / intan. Dan sebagian besar orang awan tidaklah paham kalau sejatinya sapphire dan ruby berasal dari satu jenis meneral, yaitu mineral corundum atau batu korundum.

Kata sapphire sendiri berasal dari bahasa Yunani “Sappheiros” yang berarti “Batu Biru” dan penggunaan kata “ruby” untuk corundum merah dan “sappire” untuk corundum biru adalah kebiasaan turun temurun, mengikuti kebiasaan bangsa yunani yang telah mengenal batu sapphire dan ruby ribuan tahun yang lalu.

Dan pada akhirnya para ilmuan berhasil membuktikan, pada sekitar tahun 1800-an bahwa kedua varietas batu tersebut ternyata berasal dari mineral yang sama (corundum).

Batu permata sapphire mempunyai banyak daya tarik, selain variasi warna yang banyak, kekerasan yang prima, juga kaya akan fenomena batu (star/six ray/asterisma, cat’s eye, color change.

Sapphire berkualitas yang besar ukurannya amat langka. Kalaupun ada, biasanya meraka sudah menjadi koleksi museum-musium kelas dunia seperti misalnya Musium Sejarah Alam di New York, AS, Pemilik “star of india” (536 cts) yang dianggap sebagai salah satu sapphire star asahan paling besar didunia.

Begitu pula dengan “star of asia” (330cts) koleksi milik lembaga Smithsonian di Washington DC. Kemudian ada lagi sebentuk permata safir biru tua (132 cts) yang dulu dibeli oleh keluarga kerajaan perancis dari Benggala, India dan kini menjadi koleksi kebanggaan Musium Mineralogi di paris.

Namun kalau bicara masalah ukuran beratnya, mungkin yang paling besar adalah sebongkah Kristal mineral safir star yang ditemukan pada tahun 1966 di wilayah Mogog, Myanmar, berbobot lebih dari 63.000 cts (12,6 kg).

Sumber: Solo Permata

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.