HPMB nilai penangkapan Guru Nurmayani, teramat miris

oleh -241 views
Keadilan hukum (ilustrasi)
Keadilan hukum (ilustrasi)

Bantaeng– Kasus ibu guru SMPN.1 Bantaeng, Nurmayani (48) yang di penjara gara-gara mencubit siswanya Tiara (15) , dinilai aktivis Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPPMB) mengalami keganjilan dalam proses penerapan hukumnya,

Saeful, kader HPMB mengatakan, ketika  melihat kebelakang sejak terjadinya kasus penganiayaan ini berawal pada bulan Agustus 2015 tahun lalu yang di mana orang tua korban, Irwan yang merupakan anggota  kepolisian melakukan pelaporan di Polres Bantaeng terkait kekerasan pada anaknya.

“Keganjilanya adalah dalam proses penegakan hukumnya yang di mana ibu Nurmayani ditahan di Rumah tahanan (Rutan) kelas.II Bantaeng oleh pihak Kejaksaan Negeri Bantaeng pada bulan Mei 2016.  setelah pihak kepolisian melakukan Pelimpahan berkas (P21) dan ketika kita melihat rilis waktu yang selama 9 bulan (agustus 2015 sampai Mei 2015) ada prosedur hukum yang tidak sesuai dengan Pasal 24 KUHAP tentang penahanan dan Peraturan kapolri (Perkap) No. 12 tahun 2009 yakni pasal 31 dan 32 tentang masa tahanan,” jelas saeful.

Dikatakan, Ibu Nurmayani di kenakan pasal 80 ayat (1) No. 35 tahun 2014 tentang UU. Perlindungan anak. Pertanyaan  adalah, apa Status ibu Nurmayani selama 9 bulan itu dan apakah Penahanan saat ini sudah sesuai Undang-undang.

“Ketika tidak sesuai undang-undang terus siapa yang akan bertanggung jawab atas di tahannya ibu Nurmayani karena secara Psikologis dan secara moral ibu nurmayani sudah sangat di rugikan. Ini adalah wujud kecintaan kami terhadap Guruku pahlawanku dan kami di HPMB sangat miris melihat penegakan Supremasi hukum di Bantaeng, sebagai Mahasiswa agen of change dan social of control kami tidak akan tinggal diam kasus ini,” kunci kader HPMB ini.

 

Laporan: Yudha Jaya

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.