IJTI Pengda Sulsel Kecam Pelarangan Jurnalis Liputan Pleno Rekapitulasi Pilkada Makassar

oleh -229 views

MAKASSAR– Terkait Informasi dan Menindaki, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan, menyikapi pelarangan jurnalis (wartawan) meliput hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Makassar adalah bentuk pelanggaran Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Sebagaimana, Jurnalis bekerja dan mengolah data informasi, hingga menyiarkan agar khalayak dapat mengetahui informasi yang baik, benar dan utuh.

“Dalam bekerja jurnalis dilindungi UU, dan proses penghitungan Suara adalah bagian dari informasi publik yg harus dikawal pers dalam merawar demokrasi dan menjalankan perannya sebagai kepanjangan publik,” jelas Hudzaifah Kadir, pengurus Pengda IJTI dalam siaran persnya, Jumat (28/6/18).

IJTI Pengda Sulsel secara tegas menghimbau pihak KPU Kabupaten Kota dan Sulsel/ Pihak Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 :

1. Tidak menghalangi atau melarang para jurnalis (wartawan) televisi di Kabupaten Kota di Sulsel untuk mencari atau mengolah berita.

2. Meminta ke Pihak terkait dan Pihak Kepolisian untuk tidak membatasi ruang gerak kepada wartawan (jurnalis) saat menjalankan tugasnya.

3. Menyerukan kepada segenap elemen masyarakat di Kota Makassar, untuk menghormati kinerja wartawan dan kebebasan berekspresi pada profesinya.

4. Dijelaskan, pada hasil rekapitulasi bersifat pleno terbuka untuk umum yang tetap diawasi Pemantau Pemilu dalam negeri, Pemantau Pemilu asing, masyarakat dan instansi terkait sesuai petunjuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 9 tahun 2018.

5. Insiden ini akan kami pantau dan awasi, dan IJTI Pengda Sulsel menyayangkan sikap Pihak Penyelenggara Pilkada Serentak Kabupaten Kota di Sulsel yang secara tidak sadar telah melakukan pelanggaran kebebasan Pers. (*)

loading...
loading...