Ini Alasan Warga Enggan Bayar Pajak Ranmor

oleh -401 views

images(334)-1-1Makassar– Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah warga menunda melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (ranmor) miliknya. Apa alasannya?

Seperti pengakuan Ramlah, pemilik ranmor roda dua. Seharusnya ranmor miliknya yang jatuh tempo hari ini, Senin 24 November 2014, harus ditunda dengan alasan jika dana yang disiapkan untuk pajak dilarikan intuk kebutuhan sehari-harinya.

“Inilah kondisi kami yang hidup pas-pasan. Dana pajak ranmor terpaksa dilarikan untuk kebutuhan sehari-hari yang ikut meroket pasca kenaikan BBM,” ucap Ramlah, buruh pabrik di Kawasan Industri Makassar, Senin (24/11/2014).

Hal senada juga dipaparkan Rahman Baso, tukang ojek yang setiap harinya mangkal di Pasar Daya Makassar. Ia sengaja tidak membayar pajak ranmor yang juga jatuh tempu Jumat 21 November 2014.

“Boro+boro mau beyar pajak kendaraan kebutuhan sehari-hari kamipun sudah susah. Apalagi saat ini harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Sementara pendapatan begibi begini saja,” cetus Rahman.

Lain halnya dengan yanto, pegawai negeri sipil (PNS) golongan dua, di salahsatu instansi lingkup Pemkot Makassar, ikut terpukul dengan kenaikan BBM.

“Saat ini kami hanya bisa pasrah dengan keadaan. Demikian pajak ranmor baru tahun ini saya terlambat membayar karena kesulitan ekonomi pasca kenaikan BBM,” timpal Yanto yang hanya menerimah gaji kisaran Rp.2 juta.

Nah, kondisi yang dialami ketiga warga yang juga mewakili warga miskin lainnya di kota ini, akan mengurangi pendapatan pajak ranmor di Di Samsat Makassar.

Hal itupun diakui Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Samsat Makassar, Hasan Sijaya, jika saat ini omset pajak ranmor kian menurun.

“Belakangan ini, terjadi penurunan drastis pendapatan pajak ranmor di Samsat Makassar,” jelas Hasan Sijaya yang diajak bincang-bincang di salahsatu warkop di bilangan Jalan Kajoladido. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.