Ini hasil konferensi polisi se-Asean di Jakarta

oleh -141 views

images(2)Jakarta– Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi tuan rumah dalam acara “The 46th Aseanapol Conference” yang telah dimulai sajak tanggal 3 sampai 6 Agustus 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Seluruh rangkaian kegiatan konferensi seperti sidang Pleno 1, pertemuan para ketua delegasi, sidang komisi A, B, dan C serta Working Group 1 dan juga sidang Pleno 2 telah berjalan lancar.

Hari ini sekitar pukul 17.20 WIB, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memimpin langsung acara penutupan Konferensi Aseanapol yang ditandai dengan penandatanganan Joint Communique oleh para pemimpin delegasi Aseanapol yang merupakan hasil kesepakatan dari persidangan baik dari komisi maupun Working Group.

Berdasarkan hasil konferensi, maka diputuskan beberapa hal yaitu, pertama bahwa Polisi Diraja Malaysia (PDRM) akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan konferensi Aseanapol ke 36 tahun 2016.

“Kedua, Brigjen Pol Yohanes Agus Mulyono (Polri) ditetapkan sebagai executive director of Aseanapol secretariat and police senior superintendent ferdinand realtur piedad bartolome (kepolisian Filiphina) ditetapkan sebagai director of police service of Aseanapol Secretariat,” ungkap Badrodin melalui keterangan tertulis di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Lanjut dia, ketiga pertemuan senior police officer course (Jaspoc) ke-25 akan dilaksanakan di Indonesia pada Oktober 2015. Keempat, Filiphina telah sukses menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Jaspoc ke 24 tahun 2014 lalu.

“Kelima, Asenanpol Police Training Cooperation Meeting (APTCM) ke-6 akan dilaksanakan di Indonesia pada bulan Oktober 2015. Kemudian, keenam pertukaran personel dan pelatihan bagi para perwira polisi Asean,” imbuhnya.

Ketujuh, penetapan anggaran untuk Aseanapol secretariat pada 2016 sebesar USD 165.000. Selain itu, ke delapan, menetapkan jaringan ilmu forensik kepolisian.

“Sembilan, menetapkan pedoman dalam penerimaan bantuan dan sponsorship. Sepuluh, Menetapkan kepolisian Turki sebagai mitra wicara dalam Aseanapol. Sebelas, permintaan untuk menjadi negara peninjau oleh badan kriminal nasional united kingdom, jaringan penegakan hukum di bidang perlindungan satwa liar di Asean,” terangnya.

Keduabelas, Komite Internasional Palang merah. Ketigabelas, menetapkan kepanjangan Aseanapol menjadi Asean National Police. Terakhir, mengajukan kerjasama dan kolaborasi dengan organisasi pemerintah maupun nonpemerintah.

(merdeka.com)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.