Ini Hasil Pertemuan Kapolda Sulsel dan Dewan Pers Terkait Kekerasan Wartawan

oleh -152 views

IMG_20141210_124002Makassar– Diskusi ini membahas perkembangan proses hukum kasus kekerasan terhadap Jurnalis Makassar yang diduga keras dilakukan oleh sejumlah aparat kepolisian pada saat peliputan demonstrasi Mahasiswa yang menolak kenaikan BBM di Univesritas Negeri Makassar, 13 November 2014.

Dalam diskusi tersebut, Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi, Anton Setiadji sebagai moderator dengan mendampingi dua Anggota Dewan Pers yang mendengarkan satu persatu komentar dari pihak penyidik dan sejumlah Perwira Polisi dari Polrestabes Makassar termasuk Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Fery Abraham.

menyatakan bahwa dirinya sependapat dengan Tim Advokasi Kekerasan Jurnalis Makassar, yang mendorong penyidik tidak hanya menerapkan pasal-pasal tindak pidana umum sebagaimana yang diatur dalam KUHP, tetapi juga menerapkan tindak pidana menghalang-halangi kerja-kerja Jurnalis sebagaimana yang diatur dalam Pasal 18 UU Pers, dan menerapkannya secara kumulatif.

Dewan pers yang datang ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ini ikut melakukan pemantauan dengan perkembangan penyelidikan aksi pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah aparat kepolisian terhadap para wartawan yang melakukan peliputan dalam bentrokan antara mahasiswa dan polisi di kampus Universitas Negeri Makassar UNM) Jumat (14/11/2014) pekan lalu.

Pertemuan Anggota Dewan Pers bersama Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi, Anton Setiadji di Ruangan Rapat Mapoltabes Makassar, Rabu (10/12/2014) yang dihadiri Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Fery Abraham, Kabib Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi Endi Sutendi , Humas Polrestabes Makassar, AKP Andi Husnaeni dan juga dari Ketua Koordinator Koalisi Jurnalis Makassar, Upi Asmaradana

Anggota Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo Dari kasus yang masuk ke Dewan Pers, itu lebih banyak diajudikasi daripada mediasi, setelah menelah dan menimbang kasus yang dilaporkan, katanya.

Menurut dia, penyelesaian kasus yang terkait dengan pers dilakukan dengan mediasi dan ajudikasi. Penyelesaian dengan mediasi menekankan “win-win sollution” atau saling menguntungkan.

Namun jika ada pihak yang merasa dirugikan dan tidak dapat ditempuh dengan mediasi, maka ditempuh cara ajudikasi atau melalui proses hukum.

Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi Endi Sutendi menjelaskan bahwa ada pertemuan antara Kapolda Sulselbar dan seluruh jajarannya bersama dewan Pers tiada lain menindaklanjuti perkembangan penyidikan kasus kekerasan yang dialami para Jurnalis Makassar saat meliput aksi demo BBM Mahasiswa UNM belum lama ini, katanya.

Menurut Endi Sutendi dengan adanya pertemuan ini diharapkan Kasus dari Kekerasan yang menjadi korban sejumlah Jurnalis di Makassar akan cepat selesai dan penyidiknya melakukan dengan transparan sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara kita, ucapnya.

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.