Ini karya tulis MTs Muhammadiyah Bantaeng yang dipamerkan

oleh -294 views

MTS-satu-620x330_editBantaeng– Ada yang menonjol yang dilakukan oleh MTs Muhammadiyah Bantaeng dalam menggerakan budaya literasi di madrasah tersebut, mereka secara kreatif mengadakan pameran hasil karya tulis siswa tingkat sekolah.

“Upaya tersebut kami lakukan agar siswa tidak cuma tergerak untuk membaca, tapi sampai pada tingkat menghasilkan bacaan sendiri, “ ujar Analiah, salah seorang yang punya gagasan cemerlang kegiatan tersebut.

Pameran itu diadakan di lapangan sekolah. Tiap kelas memasang meja dan meletakkan hasil karya tulis terbaik yang mereka pilih di atasnya. Yang mereka pamerkan adalah hasil karya siswa berbentuk cerpen, puisi, tulisan-tulisan pendek tentang Bantaeng, rangkuman cerita dan lain lain.

Semua siswa di MTs tersebut beramai-ramai melakukan kunjungan ke masing-masing meja pameran. Mereka bebas mengomentari hasil karya tulisan siswa yang lain sembari bertanya pada guru apabila ada yang tidak mereka pahami atau ketika merasa tidak yakin dengan kritikan yang mereka lakukan terhadap karya anak yang lain. Anak-anak kelas satu bisa melihat karya tulis anak-anak kelas tiga, mempelajari dan menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki tulisan-tulisannya ke depan. Anak kelas tiga juga bebas mengomentari karya anak kelas satu, memberikan ide-ide dan masukan.

Menurut Ferawati, salah seorang guru penggagas yang lain, kegiatan tersebut mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan sekolah membuat antologi cerpen dan puisi karya siswa, “Setelah kami melaksanakan bengkel menulis atau latihan khusus menulis, banyak karya siswa yang panjang dan lumayan terstruktur. Ke depan cerpen dan puisi yang terbaik akan kita kumpul dan akan kita jadikan buku,” ujarnya.
MTs Muhammadiyah merupakan salah satu sekolah di Bantaeng yang telah dipilih oleh tim USAID PRIORITAS dan Dikpora Bantaeng menjadi sekolah percontohan di antara tiga sekolah yang lainnya yaitu SMP I Tompobulu, MI Nurul Azma, dan SDN 7 Letta. Tiga sekolah ini juga aktif melakukan gerakan budaya baca; gerakan yang dilakukan dalam upaya mereka membuat para siswa memiliki ketrampilan literasi yang lebih mendalam. “Literasi adalah salah satu ketrampilan utama yang harus dimiliki para siswa menghadapi era informasi ini. Semakin tinggi tingkat literasi, semakin tinggi peluang menguasai pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan lainnya, demikian juga sebaliknya,” ujar Nensilianti, Penanggung Jawab program sekolah percontohan pada acara pertemuan reviu sekolah percontohan USAID PRIORITAS di Gedung PGRI Bantaeng Kamis.

SDN 7 Letta telah mengembangkan budaya baca dengan membuat diari dan bengkel baca, anak-anak diminta menuliskah kehidupan sehari-hari mereka, dan juga merangkum buku setelah membacanya. MI Nurul Azma, mengadakan program membaca senyap dan juga menuliskan rangkuman hasil membaca. Demikian juga SMP I Tompobulu yang aktif menggerakkan siswa untuk rajin membaca di perpustakaan dan menyelenggarakan membaca senyap.(rls/rg)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.