Home / Indotimnews / Ini Kata Forum Masyarakat Kaltim soal Kisruh Seleksi Rekrutmen Kepala Perwakilan Ombudsman Kaltim

Ini Kata Forum Masyarakat Kaltim soal Kisruh Seleksi Rekrutmen Kepala Perwakilan Ombudsman Kaltim

BALIKPAPAN– Seleksi penerimaan Kepala Perwakilan Lembaga Negara Ombudsman RI (ORI), Kalomantan Timur menjadi pergunjingan.

Forum Masyarakat Kaltim menganggap jalannya seleksi rekrutmen Kepala Perwakilan (Kaper) ORI ini jauh dari tata kelola yang mengindahkan komunikasi manajerial yang berdasarkan hirarki struktur organisasi.

“Kami untuk mengingatkan dan menjaga marwahnya agar tetap bekerja dijalur yang semestinya, sebagai pengawas pelayanan publik dari tindakan maladministrasi penyelenggara pelayanan publik, yang notabene seharusnya menjauhi hal-hal yang mengarah kepada tindakan yang bersifat atau berbau maladministrasi bisa terulang lagi di tahun 2016,” ucap Perwakilan Forum Masyarakat Kaltim Peduli ORI, Wahyuddin, melalui telepon selularnya, Senin (28/5/18).

Diakui, Panotia Seleksi ( pansel ) perekrutan Ketua Ombudsman RI kisruh karena dugaan konspirasi

“Sesuai fungsinya, Ombudsman justru seharusnya memberi contoh tata kelola rekrutmen terbuka yang bebas dari maladministrasi dan mengedepankan kepatuhan kepada UU, Struktur, Komunikasi dan Etika Organisasi dalam pelaksanaan rekrutmen dimaksud. Termasuk diantaranya mengedepankan UU no. 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah, dengan mengutakamakan pemberdayaan SDM didaerah dan bukan sebaliknya mempunyai tendensi tidak mempercayai SDM di daerah dan condong kepada SDM dari luar daerah,” tambahnya.

Forum Masyarakat Kaltim juga menerima laporan bahwa ternyata jalannya seleksi rekrutmen Kaper ini jauh dari tata kelola yang mengindahkan komunikasi manajerial yang berdasarkan hirarki struktur organisasi. Apalagi psikologi dan kehormatan calon Kepala perwakilan yang diwawancarai oleh asisten yang bakal jadi bawahannya.

“Terkesan lucu, kok bawahan wawancarai calon bosnya,” tegas Wahyudin.

Iapun me duga telah ada keberpihakan atau kecenderungan untuk menempatkan calon dari internal sendiri berasal dari ORI Pusat dan berdomisili di Jakarta.

Forum Masyarakat Kaltim meminta agar ORI tidak mengabaikan kebutuhan dan suara yang sebenarnya dari masyarakat Kaltim yang justru menginginkan bahwa orang yang mempin ORI Kaltim ini semestinya adalah putra putri daerah atau telah lama berdomisili didaerah, sehingga tahu seluk beluk di daerah, mempunyai jaringan yang cukup dengan pemerintah daerah maupun dengan masyarakat Kaltim secara langsung.

“Bukan mereka yang nantinya akan dikendalikan oleh Asistennya karena sama sekali tidak mengenali daerah, tidak punya jaringan di daerah dan tidak tahu apapun tentang masyarakat Kaltim. Sehingga fungsi Ombudsman untuk menjembatani masyarakat dan penguasa akan benar- benar berfungsi sesuai harapan masyarakat Kaltim,” tuturnya.

Ditegaskan, hal ini bukan dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan ORI Kaltim, namun justru didasari pada kecintaan kepada Lembaga Negara ini dan hak-hak kewajiban kami untuk juga melindungi hak masyarakat Kaltim mendapat pelayanan publik yang jauh dari makadministrasi bahkan oleh pengawas maladministrasi itu sendiri.

“Karena pertanyaan besar kami, kalau kami bungkam, dan ORI melakukan maladministrasi lalu apa yang kami masyarakat ini bisa lakukan, kemana lagi kami harus melapor ?,” pungkas Wahyudin.

Sambil menunggu pengumuman hasil seleksi tanggal 6 Juni 2018 yg tersisa 4 nama calon dan akan di pilih satu untuk memimpin Perwakilan ORI kaltim.

Sementara, masyarakat Kaltim menyiapkan surat terbuka dan dukungan kepada Presiden Joko Widodo dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh seluruh para pihak yang terkait dan perbaikan yang diharapkan di internal ORI maupun ORI Kaltim segera dapat dilakukan terakhir. (*)

loading...