Ini keterangan Polres Bantaeng terkait kasus guru “aniaya” muridnya

oleh -371 views

IMG_20160414_195340_editBantaeng– Mengenai simpang siurnya informasi yang beredar dimedia sosial tentang kasus guru dan  muridnya, selaku Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP. Muh. Ramli memberi keterangan di ruangannya Senin 16/5 bahwa dalam penyelidikan dan penyidikan dari hasil keterangan anak murid selaku korban mengakui.

“Bahwa perlakuan gurunya sewaktu dipanggil melakukan penganiayaan dengan cara mencubit paha kiri, paha kanan, pipi kiri,  bahkan bagian dada juga dipukul sehingga menyebabkan bengkak dan luka memar, hal ini dikuatkan oleh keterangan ahli  medis bahwa korban mengalami luka akibat trauma benda tumpul,” jelas AKP. Muh. Ramli.

Kompol Suprianto Wakapolres Bantaeng pun membenarkan mengenai penahanan terhadap guru tersebut “Polres Bantaeng tidak pernah melakukan penahanan terhadap ibu Maya itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, informasi yang tersebar di medsos bahwa polres bantaeng melakukan penahanan itu salah.

Sementara di yakini jika Undang-undang RI No.35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlidungan Anak pada Pasal 80 ayat (1) dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun 6 bulan dengan denda paling banyak 72 juta rupiah.

Hanya saja kasus ini sudah berjalan 7 bulan dan terlapor tidak ada juga upaya untuk melakulan pendekatan untuk minta maaf maka penyidik melakukan proses hukum karena korban kerap mempertanyakan perkembangan penanganan kasusnya.

Sehingga pada bulan Pebruari 2016 Penyidik PPA menindak lanjuti dengan melakukan proses hukum tetapi tidak dilakukan penahanan karena ini sudah menjadi kewajiban penyidik untuk menindak lanjuti semua laporan masyarakat.

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.