Ini Penjelasan Kapolda Sulselbar Penanganan Kasus 2014

oleh -213 views

IMG_20141231_104356-1Makassar– Sejumlah deratan kasus yang ada di Tahun 2014, pihak Polda Sulsel terus berupaya maksimal menyelesaikan semua kasus yang ditangani.

Kapolda Sulselbar, Irjen Pol. Anton Setiadji yang didampingi, Wakapolda, Brigjen Ike Edwin dalam penjelasan persnya. Rabu,  (31/12/2014). Berikut paparannya:

Untuk Harkamtibmas untuk kasus unjuk rasa, dari tahun 2013 ke 2014 menunjukan trend kenaikan, khususnya pada aksi penolakan kenaikan BBM.

Untuk bentrok sosial pada Tahun 2013-2014 benyrok massa mengalami kenaikan, mogok buruh turun dan perkelahian pelajar mahasiswa, trendnya juga turun.

Sementara Kriminal menggunakan motor Tahun 2013-2014 kriminal menggunakan motor alami kenaikan, tersangka naik dan korban meninggal dunia alami penurunan.

Sedang masalah bencana alam Tahun 2013-2014 seperti angin puting beliung alami penurunan, banjir turun, tanah longsor turun, dan kebakaran alami penurunan.

Pada pelayanan, perlindungan dan pengayoman untuk internal polda Sulsel di Pripam Polda Sulsel alami penurunan hingga 127 kasus. Eksternal Kompolnas RI dariTahun 2013-2014 alami penurunan, Komnas HAM juga alami penurunan, Kemsetneg alami kenaikan 1 kasus dan Ombudsmen alami kenaikan pula.

Reward dan punishment internal alami trend kenaikan hingga 786, ekternal alami penurunan,

Pada pelanggaran disiplin dan kode etik Tahun 2013-2014 pelanggaran disiplin terjadi trend penurunan hingga 40 kasus, kode etik ikut turun 1 kasus.

Kejahatan Konvensional untuk tindak pidana Anibis dari Tahun 2013-2014 alami penurunan, curanmor 2013-2014 penurunan hingga 25 kasus, pencurian keluarga mengalami kenaikan hingga 653 kasus, penipuan naik hingga 30 kasus, Curat, alami penurunan, Sajam turun, pengancaman alami kenaikan hingga 978 kasus, aniray turun, KDRT alami penurunan, curas, alami penurunan, kekerasan anak alami penurunan dan pembunuhan alami penurunan 7 kasus.

Kejahatan terhadap kekayaan negara sejak Tahun 2013-2014, seperti pencurian ikan, kehutanan, pertambangan, migas/BBM dan korupsi rata-rata mengalami penurunan.

Namun, pada paparan kapolda kasus korupsi yang sangat menonjol adalah pengadaan peralatan laboratorium Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan total kerugian negara Rp.22.453.646.697, 36 dan berkasnya sudah P21.

Kejahatan Trans Nasional Crime Cyber Crime Tahun 2013-2014 alami kenaikan 10 kasus dan Narkoba alami kenaikan 90 kasus.

Untuk terorisme Tahun 2013-2014 alami penurunan 2 kasus dari 3 kasus yang ada. Demikian kasus lakalantas alami penurunan hingga 538 kasus. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.