Ini penyebab masih sepinya penggunaan BRT Mamminasata

oleh -1.242 views

_20151210_230837Makassar– Slogan “Ayo Naik Bus” nampaknya masih belum melekat dihati para masyarakat, nampaknya fasilitas kendaraan umum ini lebih di kenal dengan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata, masih sepi peminat oleh masyarakat umum.

Menurut Rachmat Sadarang, salah seorang supir BRT Mamminasata koridor 3 megatakan , saat ini ada 30 unit Bus Mamminasata di operasikan di kota Makassar dan ini merupakan program pintar pemerintah kota.

Menurutnya, menjadi sopir dari BRT ini, sebelumnya menjalani pelatihan selama 1 bulan. Integritas dan loyalitas serta disiplin harus menjadi modal awal untuk para sopir bus ini. Sebab, tidak sembarang para sopir bus ini selalu diawasi oleh para pengawas utusan Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Kelihatan, masyarakat daerah Pallangga hingga perbatasan Makassar-Gowa masih sangat minim menggunakan bus dari program pemerintah ini. Padahal, naik BRT ini boleh dikatakan praktis, murah dan aman. Fasilitas yang ada dalam BRT ini adalah fasilitas high quality, dimana terdapat AC membuat penumpang merasa nyaman dan tidak kepanasan.

Serta kursi dan fasilitas untuk pengguna kursi roda juga tersedia. Lain halnya untuk masyarakat daerah Makassar hingga Maros memiliki rasa antusias terhadap BRT ini dan dapat kita lihat dari banyaknya penumpang yang menggunakan fasilitas kendaraan umum ini.

Bisa dikatakan bahwa saat ini masih kurang sosialisasi pemerintah kepada masyarakat umum tentang nyaman dan amannya untuk selalu menggunakan BRT. Saat ini memang BRT masih dalam tahap perkenalan kepada masyarakat sehingga masih dimaklumi jika antusias masyarakat masih kurang untuk naik BRT, kata Rachmat.

Selama BRT ini resmi dioprasikan di kota Makassar, tentu banyak hal yang menjadi problema dari pihak BRT . Ini tentang masih banyaknya calon penumpang yang tidak menunggu bus tidak pada halte, sehingga membahayakan sopir dan pengguna jalan lainnya. Semua ini sebenarnya sangat diharapkan oleh kesadaran masyarakat. Juga yang menjadi salah satu masalah lagi karena tidak terdapatnya jalur BRT itu sendiri sehingga masih menggunakan jalur umum dan sering mendapat kemacetan.

Saat ini yang kami tahu masih ada 3 koridor, untuk koridor 3 ini memiliki rute dari Bandara Baru – Sudiang – Daya – Pettarani – Mall Panakkukang – Alauddin – Sungguminasa – Pallangga. Ongkos harus disiapkan masih sangat terjangkau dari Rp.5ooo hingga Rp.8000 untuk sekali jalan.

Semoga pemerintah menyediakan jalur khusu untuk BRT agar masyarakat tidak perlu lagi merasakan kemacetan. Suci Amalia (16) salah seorang penumpang ditemui mengatakan, sangat merasa nyaman dan beda sekali dengan waktu dulu ia menggunakan angkutan umum (pete-pete) dari rumah sekolah. Lalu perlu alasan bagaimana lagi untuk tidak naik BRT? Bukankah ini hal yang menyenangkan dan terjangkau, katanya.

Penulis : Muh Yahya Mustafa
Editor ; Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.