Ini Pesan Jendral Lapangan GAM di Balik Jeruji Untuk Aktivis dan Wartawan Korban Kebijakan Polisi

oleh -299 views

images(1)Indotimnews.com– Asri Jack, jenderal Lapangan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang saat ini berada di Rutan Kelas I Makassar yang ditangkap kepolisian pasca demonstrasi menolak kenaikan BBM, beberapa waktu lalu. Iapun menoreh pesan pada aktivis kemahasiswaan dan wartawan yang menjadi korban kebijakan pihak kepolisian dalam penanganan atau tindakan persuasif yang dinilainya kebablasan.

Ini pesan di balik Jeruji sang aktivis: Salam peringatan untuk kalian Mahasiswa & Wartawan yang pernah merasakan menjadi korban tindakan tersebut: Kami ingin sekali belajar pada kalian, kami juga ingin tahu bagaiman caranya bisa seperti kalian yang memiliki sikap “Kesabaran” dan “Pemaaf”

Masih ingatkah kalian tentang peristiwa 4 (empat) bulan yg lalu di kota Makassar? Ah’ jgn lah smpai kalian menjdi amnesia kawan, kami tdk yakin jika kawan ku lupa peristiwa berdarah 4 bulan lalu.Di saat terjdi gelombang protes dari mahasiswa tentang penolakan kenaikan harga BBM? Pastilah, masih sangat teringat dgn jelas. Tahukah kalian kawan.. Hingga saat ini & sampai kapan pun: KAMI MENOLAK PURA-PURA LUPA, MENOLAK MENYERAH, DAN MENOLAK TUNDUK PADA KETIDAK ADILAN. Yah, barangkali jika posisi kalian diposisi kami saat ini, mungkin juga akan berkata demikian! Bagaimana mgkin kami bisa tundukkan kepala pada kesewenang-wenangan atas nama kekuasaan dan atas nama negara para tukang Sangkah, tukang Dakwa & tukang Vonis.Kami tidak akan pernah bisa kawan, sebab kami tahu dan seyakin-yakinnya ini perlakuan tidak adil. Kami bukan pengemis yang meminta minta untuk dibantu, kami bahkan tak pernah memaksa kalian mendampingi kami. Sebab kami sadar kami bukanlah siapa siapa dimata kalian.

Tetapi ada satu pertanyaan kami kepada klian kawanku, Bagaimana cara kalian hanya bisa bersabar, memaafkan dan melupakan? Sebegitu sabarnyakah kalian hingga hanya dpt memaafkan perlakuan brutal dan bringas aparat keamanan atas nama “kekuasaan dan negara pada saat itu? tentang mereka (aparat) yang memukul, menendang, menampar, meludai, menembak, merusak & sebagainya?

Tentang mereka (aparat) mencucurkan darah ratusan mahasiswa dan beberapa wartawan dengan tameng, laras, rotan, batu, gas air mata, peluru, balok, besi, strong dll..? Tentang penyerangan dan pengrusakan kampus yang mereka (aparat) lakukan. Sungguh hebat ilmu “kesbaran & pemaaf” yg kalian miliki kawan. Benarkah kalian sabar dan memaafkan, serta melupakan? Padahal kami sangat menunggu mereka (aparat) brutal & bringas juga masuk kedalam Bui seperti kami.

Sekali lagi kawanku, kami ingin sekali belajar tentang ilmu Kesabaran hingga kalian mengentikan perlawanan sejak saat itu & ilmu Pemaaf yang seolah mengikhlaskan penyerangan dan pengrusakan kampus, perusakan kendaaran, penganiaayaan, penembakan, dan pada intinya Jalan dan kampus dibanjiri darah saat itu. Hebat dan luar biasa kalian bisa memaafkan & secepat itu melupakan?

Ah mungkin ia mungkin tidak, tapi sudahlah. jika itu benar krn dari nurani kalian memaafkn & melupakan, salutlah kami. Tetapi jika itu kalian diamkan dan pura-pura lupa serta amnesia mendadak krn RUPIAH menyumbat lubang mulut kalian. Betapa terlukanya hati kami kawan, betapa kecewanya kami menunggu sang aparat (brutal & bringas) juga masuk ke Bui karena kesalahannya yang sangat jelas mereka lakukan. Oh’ dmn rimbanya? Bagimana tidak, hati kami membarah kawan, 4 bulan kami terkurung namun peristiwa itu dihapuskan oleh otak picik tanpa hati. Belum lagiu, kami mendengar kabar bahwa harga BBM naik turun nak lagi, naik turun naik lagi. seperti kemaluan kuda yang lagi syahwat. Harga sembako jangan pikir akan turun, naik truuuss..

Kawan, kami tahu ditiap perjuangan butuh pengorbanan. Dan mungkin kamilah diantara beberapa korban lainnya, Itu sudah pasti dan kami tak pernah menyesal apalagi putus asa. Semangat perjuangan & perlawnan kami bahkan semkin berkobar. Namun kawan perlu tahu, kmi sedang dikriminalisasi oleh aparat atas nama kekuasaan. Mungkin kami dapat tersenyum manis jka sj pelaku aparat yang refresip saat itu juga dihukum sesuai ketentuan UU. Jka ada dari 12 mahasiswa di pecat dari kampus karena masih tertahan hingga saat ini, maka aparat yang keparat saat itu juga harus dipecat dari institusinya dan dihukum kurungan sebagaimna diatur dalam pasal pasal KUHP Itu baru yg namakan Adil Kawan !! Jangan kau penjarakan ucapan mu, jangan kau bungkam mulut mu, jangan kau takut pada hal yang benar. Jangan kau pura-pura lupa, kemi benci kemunafikan. Penjara yang sesungguhnya adalah rasa takut & hanya ada satu kebebasan sejati, bebas dari rasa takut. (Anto)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.