Ini Respon Aktivis GAM Terkait Upaya Gubernur Atasi Geng Motor

oleh -135 views

IMG_20150224_010030Indotimnews.com—Ternyata pernyataan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di hadapan warga keturunan pada acara silaturahmi Imlek di Restauran Bamboden belum lama ini, terkait dengan keseriusannya untuk melakukan antisipasi terhadap aksi geng motor yang membuat Kota Makassar tak aman lagi, direspon baik oleh sejumlah kalangan termasuk aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM).
“Memang belakangan ini isu Makassar taka aman lagi tengah menjadi perbincangan hangat. Tentunya kondisi yang dianggap mencekam ini, merupakan ranah pihak kepolisian dalam memberi ketenangan dan keamanan warga, khususnya di malam hari,” ucap Hadrianto, aktivis GAM, saat dimintai komentar, Senin (23/2/2015).

Gubernur Sulsel yang menyesalkan banyaknya kejadian perampokan, penganiayaan hingga pembunuhan yang dilakukan para krimial geng motor kata aktivis GAM ini, sebuah realita yang tak dapat disangkal.

Apalagi upaya pemberantasannya dinilai warga Makassar lemah. Bahkan Gubrnur rencana mengambil alih pola pemberantasan geng motor itu, merupakan terobosan seorang pemimpin daerah yang tak mau melihat masyarakatnya setiap saat terancam.

“Ini perlu kita apresiasi, Gubernur yang seakan sudah berang akan aksi kriminal geng motor yang meresahkan itu, akan membangkitkan kembali semangat warga yang selama ini kendor akan aksi-aksi yang dilakukan sekelompok remaja yang dikenal dengan pelaku kriminal geng motor, khususnya pada warga yang mempunyai aktifitas di malam hari,” tambah Hadrianto.

Ia malah salut dengan upaya keras gubernur, yang menyisahkan waktunya untuk memantau langsung kondisi Makassar di malam hari, seperti yang terlihat senin malam (23/2/2015).

Nampak Syahrul dodampingi Kapolres Makassar Kombes Pol. Veri Abraham mengambil apel patroli yang dilaksanakan di bawa Jembatan Flay Over, Jalan Urip Sumiharjo.

“Apa jadinya kalau Makassar berada pada zona tak aman. Saya yakin, seperti yang dilakatakan gubernur, investor tak akan masuk ke daerah ini karena kondisi kota yang tidak aman. Hal itupun sangat mempengaruhi kondisi erekonomian dan perdagangan daerah ini,” pungkas Hadrianto. (zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.