Ini Ringkasan Isi Surat Kritis Hasri Jack Untuk Kado Hari Jadi Kabuaten Enrekang

oleh -223 views

IMG_20150219_021406Indotimnews.com– Rabu 18 Februari 2015, Jabupaten Bantaeng memasuki usia 55 tahun, namun banyak anggapan pemerintah daerah ini kurang peduli terhadap daerah dan masyarakatnya. Menurut Hasri Jackdalam secarik surat pesan untuk Pemerintah Kabupaten Enrekang,  semua itu tak seindah denan kondisi sosial yang dialami para (petani) masyarakat di Kabupaten Enrekang, terlebih danesejahteraan mereka. “Ini menjadi tanda tanya besar dan sangat miris jika dilihat secara langsung dan seksama kehidupan keseharian para (petani) masyarakat di Kab Enrekang. ” Bagaimana tidak, masih banyaknya orang tua yang tak mampu menyekolahkan anaknya. Masih banyak masyarakat dipedesaan yang tidak mendapatkan layanan kesehatan, masih banyaknya perkampungan yang tidak dialiri listrik, masih banyaknya pekampungan yang sulit dijangkau kendaraan akibat tidak tersedianya infratruktur jalan,” ucap Hasri Jack. Dikatakan, masih adanya potensi wisata lain yang lebih indah namun tak dapat dijangkau karena rusak parahnya infratruktur jalan. . “Peran pemerintah yang harusnya mendorong dengan maksimal kemajuan sektor pertanian dan pariwisata di daerah ini agar mampu mensejahterakan masyarakat, justru tidak serius dan terkesan tidak becus dalam mewujudkan kesejahteraan masyaakat,” tambahnya. Lanjut Asri, tidak tersedianya infrastruktur jalan tani yang memadai, ketertinggalan teknologi pertanian, menjamurnya seluruh tengkulak nakal dan mafia perdagangan yang bekerja sama degan oknum dipemerintahan bahkan penegak hukum yang ikut mengambil keuntungan secara picik mudahnya mempermainkan harga kebutuhan petani dan harga penjualan hasil produksi pertanian yg dimankan sewaktu-waktu. “Hal-haldemikian adalah sebagahagian dari banyaknya persolan yang dihadapi petani saat ini, adanya pembiaran yg dilakukan pemerintah menjadikan kondisi petani makin terpuruk dan seringkali mengalami kerugian yang sangat besar, sehingga harapan petani sangat jauh dr tingkat kesejahteraan,” cetus Asri Jack. Untuk apa pemerintah bangga degan banyaknya jumlah hasil pertanian yg di ekspor keberbagai wilayah di indonesia bahkan keluar negeri jika tak selaras dgn kehidupan petani? “Ini tidak jauh beda degan kondisi potensi wisata di Enrekang yangu banyak jika dikelolah dgn baik. Tidak terurusnya dan tak termanfaatkannya merupakan bukti apatis pemerintah setempat. Lanjutnya, kebanggaan klaim keberhasilan dimata publik dengan tidak melihat kedasarnya petani. “klaim keberhasilan yang hanyalah omong kosong tak ada arti. ergantian rezim pemerintahan yang baru dibawah kekuasaan Muslimin Bando Bupati dan Amiruddin (WaBup) dgn teklain EMAS “Enrekang Maju Aman Sejahtera” hanyalah angan agan belaka yang tidak akan terwujud. Demikian, ika pemerintah eksekutif, legislatif dan yudikatif tidak merumuskan dan menginplementasikan secara tepat dan transparansi pada masyarakat, dari mulai kebijakan, regulasi, hingga pengelolaan anggaran daerah (APBD) maka sudah jelas cita-cita masyarakat Enrnrekang hanyalah kamuflase semata. Ketidak becusan struktural pemerintahan. Tidak jelasan program pemerintah, serta kebobrokan aparatur pemerintahan akan melahirkan pemerintahan yang “masa bodoh” dan pemerintahan demikian cenderung dekat dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). (Zl)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.