Home / HUKRIM / Ini tanggapan Kapolres Gowa soal aksi mahasiswa yang mendesak dirinya dicopot

Ini tanggapan Kapolres Gowa soal aksi mahasiswa yang mendesak dirinya dicopot

GOWA– Terkait dengan tuntutan mahasiswa yang meminta Kapolres Gowa dicopot soal tewasnya Syamsul Alam (18) yang diuga salahsatu pelaku kejahatan, ditanggapi Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

“Almarhum adalah terduga pelaku curanmor di Bajeng pada Tanggal 8 Desember 2017. Ia mencuri sepeda motor jenis kawasaki ninja DD 6211 NV milik Irwan 2,” ucap kapolres ke sejumlah awak media, Senin (5/2/18).

Dimelaskan, pelaku saat ditangkap mengaku sudah dua kali melakukan aksi curanmor dan saat ditangkap dia mengaku berumur 18 tahun.

“Guna pengembangan jaringan maka pelaku dibawa oleh kapolsek beserta anggota namun pada saat berada di Kampung Timpopo Kecamatan Bajeng, pelaku mendorong Brigadir Munandar dan melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian berupa tembakan ke udara dan tembakan kearah pelaku,” tegasnya.

Sesaat setelah penembakan, kata kapolres, kapolsek bersama anggotanya segera membawa pelaku ke Rumah sakit bhayangkara namun nyawa pelaku tidak tertolong lagi,

“Tidak ada niat Polsek untuk melakukan tindakan tegas namun semata-mata didorong oleh kondisi situssional yang terjadi saat itu,”ucap Kapolres Gowa

Polres gowa telah menerima pengaduan dari orang tua pelaku dan telah memerintahkan Propam Polres Gowa untuk melakukan rangkaian penyelidikan untuk mengumpulkan fakta-fakta peristiwa yang dilaporkan saat ini,

“Polres Gowa tidak akan mentolelir personilnya yang tidak prosedural dalam penggunaan senpi namun hal ini akan didasarkan pada temuan hasil lidik seksi Propam Polres Gowa dan Polres gowa senantiasa menerima para pihak untuk berkomunikasi dan berdiskusi tentang permasalahan ini,” tutup Shinto Silitonga.

Laporan Fandi

loading...