Home / EKOBIS / Ini tujuh arahan Presiden pada penyerahan DIPA 2018

Ini tujuh arahan Presiden pada penyerahan DIPA 2018

Indotimnews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2018 kepada kementerian, lembaga, daerah. Selain itu, Presiden Jokowi juga memberikan Anugerah Dana Rakca tahun 2017 kepada 9 daerah berkinerja baik di Istana Bogor, Rabu (6/12).

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada kementerian/lembaga, gubernur, bupati, walikota,” ungkap Presiden Jokowi.

Hadir dalam acara ini wakil presiden, para menteri Kabinet Kerja, kepala lembaga, gubernur, bupati, walikota.

Hal pertama yang diminta oleh Presiden Jokowi adalah penguatan sinkronisasi, keterpaduan, serta sinergi antarkegiatan yang didanai oleh belanja pusat dan daerah. Presiden Jokowi mencontohkan perlunya hal ini, seraya mengingatkan agar tidak terjadi lagi, membangun waduk/bendungan tetapi tidak ada irigasi, atau membangun pelabuhan tetapi tidak ada akses jalan menujunya.

“Ini tidak satu-dua. Jangan kita ulangi seperti ini,” tegas Presiden Jokowi.

“Lakukan perencanaan dan penganggaran yang fokus,” lanjutnya menjelaskan hal kedua.

Ketiga, Presiden meminta agar meningkatkan belanja publik dan pemenuhan mandatory. “Yakni yang berkaitan dengan anggaran pendidikan, kesehatan, alokasi dana desa, termasuk alokasi belanja infrastruktur,” ungkap Jokowi.

Hal keempat, Presiden Jokowi berharap Peraturan Daerah mengenai APBD harus disahkan tepat waktu. Menurutnya, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pelaksanaan program dan anggaran.

“Hindari penumpukan anggaran di akhir tahun,” tegasnya

Pada poin kelima, Presiden Jokowi menyampaikan agar kementerian/lembaga, dan daerah melakukan efisiensi anggaran. Presiden Jokowi meminta kepada seluruh menteri, kepala lembaga, gubernur, walikota, bupati, agar mencermati Rencana Kerja & Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L), termasuk RKA dinas di daerah, sejak dari penyusunan rencana, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Keenam, Presiden Jokowi, berharap penggunaan dana desa melalui kegiatan swakelola melalui kegiatan padat karya. “Akan ada 14 juta (orang) akan kerja, jika ini dilakukan secara benar,” paparnya.

Terakhir sebagai poin Ketujuh, Presiden Jokowi meminta kepada peserta yang hadir, untuk fokus bekerja. “Saya minta supaya terus meningkatkan koordinasi di seluruh jajaran, sehingga APBN dapat menjadi katalisator pembangunan.

“Juga, jangan lupa menggandeng sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional, khususnya di infrastruktur. Kita jaga kita tingkatkan iklim investasi yang sudah membaik,” pungkasnya.

Anugerah Dana Rakca diberikan kepada Sembilan daerah berkinerja baik, yaitu: Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Badung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Karanganyar, Kota Depok, Kota Semarang, dan Kota Surabaya. (*)

loading...