Inilah kondisi dua korban “penganiayaan” aparat saat unjukrasa Hardiknas, siapa bertanggungjawab?

oleh -376 views

PhotoGrid_1462206080064Makassar– Koalisi Aktivis Makassar (KAM), mengecam tindakan refresif yang dilakukan oleh oknum  personil kepolisian,  Polrestabes Makassar saat pengamanan aksi unjuk rasa memperingati Hari pendidikan Nasional (Hrdiknas), di kolong jembatan Faly Over, Jalan urimp Sumiharjo, Senin siang, (2/5).

Pada aksi unjuk rasa tersebut, 3 mahasiswa yang di tangkap karena diduga memprovokasi, barisan massa KAM yang tengah berunjuk rasa,  yaitu Iwan, Agung Purba dan Anis. Dua diantara mahasiswa yang diamankan, kondisinya, cukup memperihatinkan, dengan luka yang dialami.

Terlihat diwajah Anis, Anggota Lingkar Mahasiswa, dipipi kanannya robek, diduga akibat benturan benda keras. Sedang Aging Purba, mahasiswa salahsatu Perguruan Tinggi Negeri di Makassar, di kepala bagian belakang luka memar dan terdapat benjolan yang diduga pula benturan dengan benda keras.

Karena itu, dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Ansar Makkasau dan Muhammad Awal Batara Sakti selaku Presidium merasa geram atas tindakan refresif yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian yang melakukan tindakan penganiayaan.

“Kami menganggap bahwa pola penanganan dari unjuk rasa yang dilakukan oleh instansi kepolisian,  polrestabes Makassar telah gagal karena tidak sesuai dengan slogan yang selama ini didengung dengungkan yaitu pengayom, penjaga dan pelindung masyarakat,” papar Ansar.

KAM pun akan kembali  melakukan aksi unjukrasa guna mendesak Kapolda Sulsel , Irjen Pol. Anton Charliyan, untuk segera mencopot Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Panakukang.

Editor: Malik

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.