IPSF Akan Gelar Seminar Nasional, Apoteker Indonesia di era AFTA 2015 di Kampus UIT

oleh -225 views

IMG_20150112_004123Indotimnews.com– “Seminar nasional,Apoteker Indonesia di era AFTA” 2015 adalah awal era AFTA ( Asean Free Trade Area) di mulai, perdagangan bebas memasuki babak awal,sesuai dengan perjanjian negara-negara ASEAN yg di buat pada 1992 silam.

“Kawasan bebas perdangan ini dibuat untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan sumber daya manusia di kawasan ASEAN terkhusus Indonesia dimata dunia,” ucap Sandy, Ketua Komisariat ISMAFARSI Universitas Indonesi Timur (UIT), via relesnya, Minggu (11/1/2015).

Tidak mau ketinggalan dalam menanggapi isu global di kawasan ASEAN ini, Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia, (IFARMASi) yang juga merupakan keanggotaan dari IPSF (International Pharmaceutical student federation) kata Sandy akan melaksanakan seminar nasional dengan tema “peran farmasis Indonesia di era BPJS menuju AFTA 2015”.

Dalam seminar ini akan hadir sebagai narasumber ketua komisi E DPRD Sulawesi selatan, direktur BPJS regional Sulsel dan ketua ikatan apoteker Indonesia (IAI).

“Kami mengangkat tema ini untuk mempertegas sejauh mana posisi serta peran farmasis (apoteker) di era BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), melihat 2015 ini, perdagangan bebas industri farmasi maupun sumber daya manusia di negara-negara ASEAN dengan leluasa nya masuk di Indonesia yang penting dia mempunyai kompetensi,skill dan kemampuan dalam bidang ilmunya masing-masing,” tambah Sandy.

Dijelaskan, apakah farmasis di Indonesia sudah siap menghadapi nya ? Siap kah kita bersaing dengan tenaga farmasis dari Singapura dan negara-negara yang bergabung dalam perjanjian ASEAN ini ?

“Seminar nasional yang di gagasnya harus menghasilkan rekomendasi yang nantinya di sepakati oleh para narasumber dan instansinya masing-masing untuk berkomitmen mengawal peningkatan mutu regulasi dan implementasi daya saing tenaga kesehatan Indonesia terkhususnya farmasis (apoteker),” pinta Ketua Ketua Komisariat ISMAFARSI UIT ini.

Tujuannya menurut Sandy, agar kualitas pelayanan kesehatan Indonesia mengalami peningkatan dari segi sumber daya manusianya.

Di tempat terpisah, Ketua panitia seminar nasional ini, Putra mengatakan, bahwa seminar yang akan di laksanakan di aula kampus 5 UIT pada tgl 26 Januari 2015 akan di hadiri oleh mahasiswa farmasi di seluruh Indonesia, antara lain UI,ITB,UGM,UNPAD pajajaran,UNHAS dan kampus lainnya,

“Sudah ada konfirmasi kehadiran dari masing-masing perwakilan seluruh kampus di Indonesia,kami menginginkan bahwa dari timur Indonesia Farmasi Indonesia bangkit. Animo inilah yg menjadikan semangat kami untuk terus melakukan pengawalan sektor pelayanan kesehatan di Indonesia dimulai dari sumber daya manusia, regulasi dan implementasi dari kebijakan Pemerintah,” cetus Putra. (*)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.