Irjen Pol. Anton Sutadji Punya PR Berat di Sulsel

oleh -567 views

IMG_20140901_140841-1Makassar– Penilaian buruk kalangan aktivis terhadap kinerja Mantan Kapolda Sulselbar, Irjen Pol. Burhanuddin Andi, tentunya akan membebani tugas baru Irjen Pol. Anton Sutadji, pejabat Kapolda baru.

Malah, para aktivis sepakat memberi penilaian rapor merah terhadap penanganan hukum selama ini di lingkup Polda Sulsel. Termasuk pemberian rasa aman terhadap warga dari berbagai bentuk ancaman. Seperti perang kelompok tak berkesudahan dan pelaku geng motor yang setiap saat mengancam.

Sepertipengakuan Direktur Perhimpunan Bantua Hukum dan HAM Indonesia, Wahidin Kamase, kerap melotarkan pernyataan jika mantan kapolda tersebut gagal melakukan penerapan hukum dan perlindungan warga.

“Rapor merah dong tentunya.mana penyelesaian kasus-kasus korupsi besaryang ditagani selama ini,” ucap Wahidin.

Seperti penilaian Ketua Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara (Komnas Waspan), Nasution Jarre, Pekerjaan Rumah (PR) yang dimaksudkan yakni, penyelesaian berbagai kasus. Dari tingkat kecil hingga kasus besar yang masuk rana korupsi, harus jelas penyelesaiab hukumnya.

“Kita berharap beliau setelah duduk dan menjadi pengendali hukum, harusla:transparan ke publik. Jangan kasus-kasus yang seharusnya diketahui publik disembunyikan, hingga tidak terkuak,” papar Nasution (5/09/2014).

Ditempat terpisah, Ketua Gerakan Penyelamat Uang Negara, Mansyur, meminta Kapolda Baru tidak mengabaikan kasus-kasus yang selama ini dianggap mandek tak memiliki status hukum yang sebenarnya.

“Rakyat kian keritis dan butuh transparansi penganganan berbagai kasus yang didalami kepolisian. Sebab itu, Kapolda baru harus mengamininya, dan harus mampu menjadio pucuk pinmpinan yang punya nurani penegakan hukum,” tutur Mansyur.

Nah, selain harapan para aktifis dilakukannya penegakan hukuim oleh Irjen Pol. Anton Setiadji, sejumlah warga juga ikut memberi harapan pada jenderal bintang dua ini.

Misalnya, Lahuddu (35), ia berprofesi sebagai sopir angkot pete pete jurusan Makassar Mall Cendrawasi. Hal yang paling ditakutkannya ketika pula,g menarik angkot dimalam hari ada”ah ulah para geng motor.

“Tolong Pak Kapolda baru kita, berantas habis geng motor yang selama ini menjadi momok menakutkan,” jelas Lahuddu.

Seperti halnya Andi Herman Parabba (32), mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi negeri di kota ini, meminta pihak kepolisian pasca kapolda baru, untuk tidak main-main dalam penanganan hukum.

“Kamipun warga kecil, mau mengetahui profesionalisme kepolisian dalam penanganan perkara dan kasus-kasus korupsi. Moga pak Anton Setiadji, bisa menjadi harapan penegaka hukum yang sebenarnya,” pinta Andi Herman Parabba.

Apakah penegakan hukum yang selama ini dianggap gagal bakal sukses di tangan Irjen Pol. Anton Setiadji? Kita tunggu kinerjanya. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.