Jalan Nusantara Bukan Lokalisasi tapi Area THM Taat Pajak

oleh -229 views

20141201_21_49_16-1-1Makassar– Terkait dengan pernyataan Walikota Makassar, Moh Ramadhan Pamanto yang berencana akan menutup THM yang dianggap lokalisasi di Jalan Nusantara, menuai pula sorotan dari berbagai pihak.

Ketua Asosiasi Bar and Massage (ABM) Makassar, Sri Syahril mengaku, bahwa selama ini tidak ada lokalisasi di Kota Makassar dan yang legal adalah Tempat Hiburan Malam (THM).

“Jika sepanjang Jalan Nusantara dianggap lokalisasi, berarti selama ini Pemkot melegalkan lokalisasi itu. Saya kira Pak Wali perlu mengkaji mana lokalisasi mana hiburan malam,” jelas Sri Syahril, Senin malam (1/12/2014).

Dijelaskan, selama ini yang ada di Jalan Nusantara, belum pernah bergelar lokalisasi. Yang ada malah THM setiap bulannya punya kewajiban pajak sebagai perusahaan dan salahsatu titik Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

“Saya rasa jika area THM ini dianggap lokalisasi, berarti selama bertahun-tahun mereka tidak dipungut pajak maupun retribusi,” tambah Sri.

Sementara itu, Jaringan Oposisi Indonesia (JOIN) Sulsel, malah menganggap Walikota Makassar, salah kaprah dengan pernyataannya menganggap THM sepanjang Jalan Nusantara sebagai lokalisasi.

“Image lokalisasi itu buruk dan pastinya sudah sejak sedari dulu warga kota ini keberatan. Nah, kalau dikatakan sebagai lokalisasi yang identik tempat porstitusi, mengapa pemerintah baru kebakaran jenggot mau menutupnya,” tutur Ketua jOIN Sulsel, Mansyur.

Masyarakat sudah pintar, jika walikota menganggap sepanjan THM di Jalan Nusantara sebagai lokalidasi, malah jadi pertanyaan.

“Ingat sepanjang sejarah Kota Makassar, belum pernah ada lokalisasi di kota ini. Jika dianggap sebagai lokalisasi, maka Pemkot dianggap perlu mempertanggungjawabkan secara moral yang sengaja memelihara porstitusi di daerah ini.

“Kalau hendak menutup THM di Jalan Nusantara, seyogyanya walikota dan wakil rakyat kita yang ada di DPRD Makassar menutup seluruh aktifitas usaha hiburan malam yang ada di kota ini, tampah pandang bulu” tambahnya.

Menanggapi rencana Walikota Makassar hendak menutup THM di sepanjang Jalan Nusantara, sejumlah pengusaha maupun pengelolah hiburan malam masih enggan memberi komentar. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.