Jika ada Paslon bupati ataupun timnya yang branding mobil, itu pelanggaran

oleh -149 views

imagesMakassar– Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulawesi Selatan mengingatkan kepada semua pasangan calon dan tim pemenangannya agar tidak menambah alat peraga kampanye seperti membungkus mobil dengan stiker atau “branding” karena dianggap menyalahi ketentua.

“Kita harus taat sama aturan dan jangan menambah-nambah atau menginterpretasikan lain aturannya. Saya kira PKPU yang menjadi pedoman sudah sangat jelas,” ujar Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel) Laode Arumahi di Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Alat Peraga Kampanye (APK) tidak secara jelas membahas mengenai mobil “branding” pasangan calon sehingga jika diadakan menjadi pelanggaran.

“`Branding` mobil tidak tercantum sebagai APK yang diperbolehkan dibuat oleh pasangan calon. Sementara penggunaan APK telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Panwaslu Kabupaten Barru, Abdul Mannang yang ditemui akhir pekan lalu yang sejak dari awal telah mengeluarkan peringatan tersebut kepada semua pasangan calon.

Meski begitu, Abdul Mannang menyadari bahwa ada persoalan tersendiri dalam menertibkan mobil bergambar pasangan calon tertentu. Mobil itu terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga cukup menyulitkan penertiban.

Dia berharap agar masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan kepada Petugas Pengawas Lapangan (PPL) atau ke Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) agar diteruskan ke Panwaslu.

“Kami berharap masyarakat mau melapor secara rinci jika menemui ada mobil yang dibranding bergambar calon pasangan tertentu. Catat secara rinci mulai dari jenis mobilnya apa, nomor polisi mobilnya berapa dan berada di lokasi mana. Jika kami telah mengantongi data secara detail, kami tentu siap mengambil langkah cepat untuk penertiban,” katanya.

Menurut Abdul Mannang, pihaknya nanti membuat dan meneruskan temuan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) untuk dilakukan penindakan. Misalnya mencabut branding mobil pasangan calon.

Selain “branding”, kata dia, yang tidak boleh dimunculkan pasangan calon adalah stiker berukuran lebih dari 10 cm x 5 cm karena ukuran juga diatur dalam PKPU.

“`Kan biasa ada stiker yang ukurannya hampir satu kaca mobil. Itu jelas dilarang. Intinya lebih dari 10 cm x 5 cm, harus dicabut dan tidak diperbolehkan,” katanya.

(antarasulsel)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.