Jika anda kena tilang, Begini cara membayar tilang sistem Online

oleh -465 views

Indotimnews– Pasca diLounchingnya sistem tilang online oleh Mabes Polri, tentunya, masyarakat yang nantinya kena tilang di jalan, perlu mengetahui cara pembayaran tilang online itu.

Kompol Andi Husnaeni selaku Kepala Seksi Pelanggaran Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasigar Gakum) Ditlantas Polda Sulsel, Rabu (4/1/17), menjelaskan pola dan cara pembayaran tilang sistem online.

Berikut Petikannya:

Tilang online atau elektronik tilang merupakan sebuah aplikasi.yang diperuntukkan masyarakat untuk membayar denda tilang melalui perbankan. Baik dari SMS Banking maupun mobile banking.

Jadi masyarakat yang nantinya kena tilang dijalan dan hendak melakukan pembayaran tak perlu lagi repot-repot ke BRI, cukup melalui ATM terdekat. Nantiny Nantiny ada aplikasi yang dikeluarkan Polri yang sudah melakukan kerja sama dengan Mahkama Agung (MA), BRI, dan Kepolisian serta pihak Pengadilan.

Kerjasama aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang akan melakukan proses transaksi pembayaran tilang. Kemudian, ada dua sistem yang dilakukan.

Yakni, masyarakat tetap bisa kepengadilan dan membayar melalui ATM maupun ke BR dengan cara mendonload aplikasi yang diluncurkan ke masyarakat dengan nama Elang Polri.

Nantinya, petugas akan melakukan penilangan pada para pelanggar lalulintas dengan memasukkan data Base ke aplikasi yang telah disiapkan oleh petugas kepolisian (Satlantas).

Karena itu, data Base yang sudah dimasukk petugas, bisa dicek langsung oleh institusi terkait lainnya. Seperti, Kejaksaan maupun pengadilan.

Selanjutnya, masyarakat yang ditilangpun akan mendapatkan notifikasi atau nomor tilang yang dilengkapi dengan register. Selanjutnya, masyarakat bisa langsung melakukan pembayaran tilang melalui BRI atau ATM serta mengetahui denda tilang yang harus dibayar serta tak perlu lagi menunggu putusan sidang dari pengadilan.

Dan ketika sudah melakukan proses transaksi pembayaran tilang sesuai pasal pelanggarannya. Namun,penitipan denda harus dengan denda maksimal sesuai aturan daerah masing-masing.

Sementara soal penitipan denda tilang, dicontohkan, jika pelanggar diharuskan membayar Rp.250 ribu, wajib menitip uang denda Rp.500 ribu, tidak boleh menitip di bawah denda tilang yang maksim tersebut.

Setelah mendapat nomor notifikasi hasil pembayaran denda tilang, pelanggar memperlihatkan struk pembayaran, bisa langsung mengambil barang bukti (BB), seperti SIM maupun STNK serta kendaraan yang ditahan.

Apabila pelanggar lalulintas tak membayar STNK atau tak memiliki SIM atau SIM nya tak berlaku lagi, bisa mendaftar secara online dengan memperlihatkan struk pembayarannya.

Penulis: Zulkifli Malik

 

 

loading...
loading...