Jika tak bertani selama 5 tahun kerugian petani capai Rp.100 Miliar

oleh -192 views

images(25)Pangkep– Berdasarkan hasil hitung-hitungan kerugian yang tidak di hasilkan oleh petani di Pangkep selama lima tahun Pemerintahan H. Syamsuddin Hamid,pasangan Abd Rahman Assagaf, yakni tidak menanam padi di musim kemarau dari tahun 2005 sampai 2015, di taksir kerugian berkisar Rp 100 milyar.

Hal itu dapat terlihat dalam hitungan luas areal 4.000 hektar, dalam satu hektar dapat di hasilkan sekitar Rp 50 juta, di kali 4.000 hektar dihasilkan Rp 20 Milyar pertahun di kali 5 tahun berkisar Rp 100. Milyar yang tidak di hasilkan oleh petani Pangkep.

Belum lagi hitungan penanaman palawija yang tidak di lakukan oleh para petani tiap tahunnya, sehingga rakyat tani kelabakan, dalam menghidupi keluarganya, bahkan fakta lapangan petani kita kian menjerit, karena lahan-lahan pertanian sebagai sumber hidup mereka tidak bisa di fungsikan karena kekeringan.

Kerugian ini di sebabkan dengan adanya oknum tertentu yang telah menggali tambang di seputaran tanggul irigasi Tabo-Tabo, membuat tanggul waduk Tabo-tabo tersebut jebol, sehingga penampungan air untuk mengaliri luasan areal persawahaan di musim kemarau tidak berfungsi.

Bukan hanya itu, kerugian lain juga di alami oleh masyarakat perkotaan, yang tiap tahun musim hujan kebanjiraan, karena air yang mengalir deras di sungai cinta damai, meluap, akibat tidak adanya penahan aliran air di sungai-Tabo-Tabo.

Editor : H. Sakkar rauf

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.