Home / DAERAH / Ditindak ‘Represif’ Saat Unjuk Rasa Hari Sumpah Pemuda, Begini Curhat Aktivis ini!

Ditindak ‘Represif’ Saat Unjuk Rasa Hari Sumpah Pemuda, Begini Curhat Aktivis ini!

MAKASSAR– 29 Oktober 2018, sejumlah aktivis kemahasiswaa yang menggelar aksi demonstrasi dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda meregang kecewa karena mendapat tindakan dari aparat penegak hukum yang dianggap oleh para aktivis itu sebagai tindakan represif.

Nah, aktivis inipun memgirimkan rikis curahan hati (Curhat) ke media ini Kamis (1/11), terkait perlakuan yang dikecamnya.

Berijut isi curhat aktivis ini:

Tindakan refresip yang kami didapatkan kini menjadi sejarah bagiku,kini menjadi bekas diwajahku.

Dikalah itu dimana sy dan kawan-kawan saya turun ke jalan dalam memperingati momentum sumpah pemuda yg ke 90 kalinya.Di hari itu pula kami sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah aliansi yang bernama aliansi ( BAKAR ) dengan membawa beberapa tuntutan aksi yang kami anggap itu merupakan sebuah masalah yg kemudian sampai saat ini belum ada jawaban pasti dari sang penguasa yang menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Seiring kami melakukan aksi unjuk rasa di saksikan oleh terik matahari dan debu-debu jalanan,saya dan kawan-kawan saya secara bergantian menyampaikan segala pendapat yang menjadi keresahan dan tuntutan kami karna kami menganggap aksi unjukrasa bukanlah hal yang salah dan bukan pula suatu hal menyimpang. Tiba-tiba kami mulai di bubarkan secara paksa oleh oknum-oknum yang tidak tau dari mana rimbahnya. Oknum-oknum yang sangat ganas tapi sayang hanya berani dengan rakyat yang tertindas.

Pukul 15:45 Wita,satu per satu kami di ambil dan di perlakukan kayak binatang,di tendang,di pukul bahkan di seret tanpa ada rasa kemanusian.Di caci maki bahkan mereka membahas Suku dan Ras. Darah segar bercucuran dari hidung, bibir, hingga pipih sobek akibat tendangan salah satu oknum polisi bersenjata lengkap.

Ketika hari ini kami salah, apakah dengan tindakan direpresif itu benar. Bertindak atas nama protab keamanan dengan menganggap rakyatnya sampah. Untukmu aparat fasis anak dari rezim neolib dengarkan pantun dari rakyatmu yang teraniaya :

Katanya kota makassar kota metropolitan, Kok banyak rakyat yang belum sejahtera, Katanya pelindung dan pengayom rakyat, Nyatanya pengkibiri hak asasi manusia.

Negeri ini ingin jadi negeri yang sehat
Karena Negeri ini subur makmur,
Nyaman di pakai untuk beristrahat.
Tapi kok aparatnya kurang ajar.

Pisang ambon susah di beli,
Dicari ke sana ke mari.
Hukum di Indonesia bisa di beli,
Yang penting uang didapat selemari.

Makan kapurung di rumah kapolda,
Makanya ramai-ramai.
Aparatnya asik pencitraan,
Rakyat jelata teraniaya.

Untukmu para pengayom rakyat, apakah ada yang bisa menjawab dan bertanggung jawab atas luka yang kalian beri,atas sakit yang kalian lakukan. Semoga Bpk KAPOLRI dan Bpk KAPOLDA SUL-SEL tidak berpura-pura buta untuk melihat segala luka akibat ulah para penghianat rakyat !

Penulis:
Rivand riang ( korban )

loading...