Kabid Humas : Tahanan Narkoba Meninggal ” Dipastikan ” Karena Penyakit Asma

oleh -418 views

IMG_20140815_124802-1Makassar– Salah satu Tanahan Reskrim Polda Sulselbar yakni Herialdi alias Thomas (34), Warga yang beralamat di Watampone Kabupaten Bone, ditemukan meninggal di poliklinik Kepolisian Daerah Sulsel, Makassar, Rabu (13/8) sekitar pukul 10.45 wita.

Warga Bone ini merupakan tahanan kasus narkoba Polda Sulsel. Sebelumnya tertangkap di rumah kontrakannya di Kompelks Banta-bantaeng, Rappocini, Makassar, Rabu (6/8) pekan lalu.

Dari Kasus yang menimpa lelaki berdarah Bugis ini sementara menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka oleh unit narkorba Polda. Penyidik Reskrim Polda Sulsel secara Rutin melakukan Pemeriksaan terkait dengan dirinya sebagai apakah sebagai pemakai, pengedar dan maupun bandar. kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi, Endi Sutendi di Makassar, Rabu (13/08).

Menurut Mantan Wakapolrestabes Makassar ini, Sampai sore kemarin, Heraldi mendapat pemeriksaan forensi di DVI RS Bhayangkara Polri di Jl Mappaouddang, Makassar.Sejak ditahan 6 Agustus lalu, Heraldi mengkonsumsi obat anti sakit tenggorokan dan paru-paru; seperti Laserin, Salbutamol, katanya.

Ditambahkan pula Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Telah memastikan korban meninggal karena penyakit asma, yang mendera sejak umur 16 tahun.

“Peristiwa ini sempat membuat panik para penjaga sel tahanan. Sebab sebelum dinyatakan meninggal , korban tiba-tiba sesak nafas dan korban saat itu langsung dilarikan ke Klinik Polda untuk menjalani pemeriksaan. Korban yang menjalani pemeriksaan sekitar beberapa menit tiba-tiba dinyatakan meninggal dunia, ” ucap Endi.

Endi Sutendi megakui Setelah korban yang diketahui telah meninggal dunia, mayatnya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk menjalani visum.Hasil pemeriksaan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Heraldi Selain karena obat yang dibawanya , hasil rongseng yang dilakukan dokter porensik bhayangkara menyimpulkan Tahanan ini menderita penyakit kronis paru.

Kronologis Kejadian Sebelumnya

Sebelum peristiwa ini menimpa korban, tersangka ini sudah pernah diamankan sejak tahun 2005 dengan kasus yang sama dan divonis satu tahun. Kemudian tahun 2006 kembali ditangkap dengan kasus yang sama juga .
Tetapi Herialdi menjalani masa hukuman selama satu tahun, beberapa tahun kemudian tepatnya 2011 dia kembali ditangkap dalam kasus yang sama. Hanya beberapa tahun diamankan kembali lepas dan tepatnya pada tanggal 6 Agustus dia kembali ditangkap.

“Herialdi ditangkap di JL Banta-bantaeng di rumah kosnya. Saat pengledahah dikamarnya ditemukan 5 paket di duga shabu dan 1 sisa pakai, alat bong isap,”kata Mantan Kapolres Enrekang ini.

Menurut Kombes Polisi Endi Sutendi adapun hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Almarhun ini. Dia mendapatkan narkoba tersebut dari seorang tahanan Rutan Bolangin , di Kabupaten Gowa atas nama Rudi.
Adapun modusnya, Herialdi mendapatkan narkoba ini ,dengan cara transfer terlebih dahulu, kemudian dikirim ke Jalan Veteran dekat indomart, paparnya.

“Saat itu hasil pemeriksa Urine dan BB dinyatakan positif Narkoba. Yang bersangkutan dikenakan psl 112 jo 114 & 127 UU no 35/2009 dengan ancaman seumur hidup, dan alasan menkonsumsi Narkoba untuk mehilangkan asmanya,” kunci Endi.

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.