Home / EKOBIS / Kabinet Pemkot Tikep Lemah, Rp.4,5 Trilyun investasi dari Cina Terabaikan

Kabinet Pemkot Tikep Lemah, Rp.4,5 Trilyun investasi dari Cina Terabaikan

Indotimnews– Akibat minimnya sumberdaya manusia yang ditempatkan pada kabinet pemerintahan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN), membuat uang senilai Rp. 4,5 Trilyun yang nantinya akan diinvestasi di Tidore oleh salah satu investor dari cina bernama Mr. Thomas Tan gagal dipertengahan jalan.

Padahal, seluruh tahapan mulai dari komunikasi dan kesepakatan atas kerjasama pemkot Tikep dengan pihak ke tiga telah dijalankan secara baik, berkat bantuan Kepala Syahbandar Sosiao Tidore Hi. Umar Ismail yang kemudian memanfaatkan jaringannya untuk membantu walikota kota tikep melakukan lobi anggaran dan bantuan dari pihak ke tiga yang bersedia berinvestasi di tidore. Hanya saja, dalam proses penyiapan berkas Pemkot Tikep tidak mampu membuat proposal yang berisi mata uang dolar sebagaimana permintaan investor.

“Inilah kelemahan pemkot tikep akibat SDM yang ditempatkan dalam kabinet tidak berkualitas sehingga sulit untuk kita bekerjasama dengan investor, bahkan investor tersebut siap mendanai sejumlah program yang dirancang pemkot tikep itu tidak hanya 4,5 Trilyun melainkan bisa mencapai 6 Trilyun,” ungkap Hi, Umar Ismail Saat ditemui di ruang kerjanya Selasa, (19/9/17).

Lebih lanjut Umar mengatakan, awal mula semangat yang ia galakan untuk membantu pemerintah daerah, bukan karena ada tendensi tertentu, melainkan lebih pada tanggungjawabnya sebagai putra daerah yang begitu lama berlalangbuana memimpin syahbandar di luar tidore, sehingga kelak dirinya kembali ke tidore maka tidore bisa berubah dari gelap menjadi terang.

“Pertemuan dengan investor itu dilakukan pada tanggal 7 agustus 2016 yang juga dihadiri secara langsung oleh Walikota, hanya saja mereka minta untuk pemkot tidore siapkan proposal sesuai dengan item kegiatan yang berisi mata uang dolar, namun sampai sekarang proposal itu juga belum disiapkan sehingga programnya sudah dibatalkan, sementara saya tidak bisa berbuat apa-apa karena pembuatan proposal itu sudah bukan kewenangan saya, melainkan lebih pada mereka yang ada di Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR),” tambahnya.

Sekedar diketahui, langkah Hi. Umar Ismail Kepala Syahbandar Soasio Tidore dalam memajukan kota tikep dengan memanfaatkan pihak ke tiga untuk berinvestasi di tidore ini, sebelumnya juga telah ditandatangani secara resmi permohonan dukungan investasi oleh walikota kota tikep dengan nomor :130/1355/01/2016. Yang berisi sejumlah program investasi disertai anggaranya, diantaranya Perhotelan/Pariwisata senilai Rp. 8 Milyar, Pelabuhan Countener dan Armada Semut senilai Rp. 350 Milyar, Pembangunan smelter senilai Rp. 1,5 Trilyun, Pengalengan Ikan senilai Rp. 350 Milyar, dan Lokasi Persiapan Bandar Udara 70 Ha senilai Rp. 1,5 Trilyun.

Laporan : Ute

loading...