Kades Nanga Mbaur Dinilai anti Kritik, Aktivis; Mungkin Butuh Sekolah Demokrasi.

oleh -315 views

MAKASSAR–Terkait dengan polemik yang terjadi di media sosial (Facebook) antara aktivis Mahasiswa dan Kepala Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, sampai hari ini masih belum menuai titik terang.

Justru semakin menajam, aktivis yang masih berkuliah di Makassar tersebut bahkan diteror, diancam dan bahkan keluarganya dikampung di hina dan dikucilkan hanya karena persoalan mengkritik beberapa kebijakan.

Bayu Paranata, putra Manggarai Timur yang selama ini getol manyuarakan aspirasi Masyarakat juga ikut Geram.

“Kalau tak mau di kritik ya jangan jadi pejabat dong. Seharusnya Kades yang mengajarkan kami yang masih kuliah tentang etika dan cara pandang yang ilmiah. Bukan justru membungkam suara-suara pembaharu dengan teror,” tegasnya, pada media ini, Kamis (31/5/18).

Aktivis Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) ini juga mengajak kepada seluruh elemen khususnya Mahasiswa untuk sama-sama mengawal persoalan ini.

“Ini Presiden Buruk, Kades Harusnya ikut sekolah demokrasi”. Biar kedepannya tak ada lagi Kades yang anti ktitik dan bermental preman Khususnya di Kabupaten Manggarai Timur” terang Bayu Pranata.

Kalau hal ini berlarut-larut Aktivis ini mengancam melaporkan kepihak  Kepolisian.

“Harusnya sinergitas pemuda, dan mahasiswa juga harus di perhatikan demi membangun desa yang lebih baik, bukan dibungkam,” pungkas Bayu yang Juga ketua GRD Sektor Yaspim Makassar.

Laporan: Dani F Malik

loading...
loading...