KadesTamannyeleng bantah minta uang Rp.15 Juta untuk Tanda Tangan Sporadik

oleh -400 views

Indotimnews– Adanya pemberitaan di salah satu media online bahwa sanya diduga kKades Tamanyeleng telah meminta uang kepada ibu Hastati sebesar Rp.15 Juta Rupiah untuk tanda tangan Sporadik, membuat Camat Barombong Ary Mahdin Aspri, mengundang kedua bela pihak untuk datang ke kantor Camat untuk memyelesaikan persoalan tersebut, secara ke’keluargaan.

Hastati yang mendatangi kantor camat Barombong, bersama dengan suaminya, Jumanai dg Rate, meminta kepastian sporadiknya agar bisa ditanda tangani oleh Kepala Desa Tamannyeleng, Yusram.

Sebab ada dugaan dari Hastati, Yusram meminta uang sebesar Rp.15 juta rupiah untuk pembayaran sporadik sehingga Kades Tamannyeleng tidak mau menandatangani sporadik yang dibawakan oleh Hastati pekan lalu.

Pertemuan ini pun yang dihadiri oleh beberapa media. beserta Camat Barombong,

Kepala Desa Tamanyeleng Yusram, mengelak terkait dengan permintaan dana sebesar Rp.15 juta rupiah itu, justru dia melempar tudingan ke mantan pegawai BPN Gowa, Dg Tobo sebagai pihak yang meminta.

“Bukan saya yang meminta uang itu, tapi daeng Tobo, dia yang berbicara,” ujarnya Kamis (9/11/2017).

Seharusnya kata Ysuram, Dg Tobo itu hadir juga di pertemuan ini, dihadapan Camat Barombong, Ary Mahdin Aspari, saat ia menjembatani persoalan ini.

Sementara Hastati, pemohon sporadik itu, ngotot kepada Kepala desa Tamannyeleng, bahwa memang dia yang meminta sejumlah dana, apalagi saat pulang, dia dimintai lagi Rp.500 ribu.

“Memang kita yang minta pak desa, itu hari saat saya mau pulang, kita juga minta lagi Rp.500 ribu, ada saksiku yang mendengar kita minta,” ucapnya

yang saksinya juga membenarkan bahwa Yusram meminta Yusram tak bisa membantah keras, dia hanya mengucapkan kepada Hastati,

sementara ditempat yang sama dihadapan Camat Barombong dan di saksikan beberapa awak media, Kepala Desa Tamanyeleng Yusram. Membantah bahwa dirinya telah meminta uang sebesar 500 ribu,

“Bukan saya yang meminta, tetapi dg Tobo. Dia yang berbicara bukan saya,” ucapnya, yang saat itu Dg Tobo ada juga di ruangan bersama Kepala desa.

Hastati juga menyebutkan Dg Tobo itu memang pengurus sertifikatnya di BPN Gowa, tetapi itu beda pembayarannya dengan sporadik.

“Memang dia yang urus sertifikatku, dan pembayaran dengan sertifikat berbeda dengan ini sporadik. Kalau sporadik itu pembayarannya untuk Kepala desa,” jelasnya.

Suami Hastati, Dg Rate yang merasa kesal dengan Yusran mengatakan, cukup dirinya saja yang dikasih begini, jangan ada lagi masyarakat yang lain.

“Pelayanannya dipersulit dan dimintai uang seperti ini, lagian tanah ini tidak bermasalah. Karena sudah berapa kali dibawa berkas ini, pak desa selalu menolak untuk tanda tangan,” ungkapnya,

Sementara itu Camat barombong, Ary Mahdin Aspari, menerangkan kepada ibu Hastati bahwa pengurusan sporadik itu gratis, tidak dibayar.

“Jadi apabila semua batas- batas sudah ditanda tangani, nanti Kepala desa baru bertanda tangan, setelah itu baru ke saya lagi bertanda tangan,” tandasnya.

Laporan Fandi

loading...
loading...