Kakanwil Kemenag Sulsel dampingi Wapres resmikan Asrama Ponpes NU

oleh -248 views

Indotimnews– Kedatangan Wakil Presiden di kunjungan kerjanya ke Sulawesi kali ini salah satu agendanya adalah Peresmian gedung asrama baru Rumah Susun pondok pesantren Nahdlatul Ulum Soreang Kab. Maros oleh Wakil Presiden RI H.M.Jusuf Kalla (Sabtu, 21 Januari 2017)

Acara peresmian ini dihadiri sejumlah pejabat Tinggi di Republik Indonesia dan Prov. Sulsel selain Wapres RI dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, diantaranya Menteri pariwisata, Dirjen Perumahan Rakyat Pada Kementerian Pekerjaan Umum, Anggota DPR dan DPD RI, Gubernur Sulsel, Pangdam VII Wirabuana, Kapolda Sulsel Anggota DPRD Sulsel, Ka.Kanwil Kemenag Sulsel, Bupati dan Unsur Muspida Kab. Maros dan tokoh Masyarakat dan Agama Di Sulsel.

Acara yg dilaksanakan di Aula Palaguna ini dihadiri oleh Ribuan Undangan dan Ratusan Santri dan Santriwati Ponpes Nahdlatul Ulum, serta pengurus Wilayah dan cabang NU se Sulsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel H. Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima Kasih dan kesyukurannya atas kunjungan Wapres RI di tempat kelahiran Pak JK. Hal ini juga menunjukkan bahwa Pak JK tetap peduli dengan rakyat Sulsel Khususnya bagi peningkatan kualitas pembangunan di bidang sosial keagamaan.

SYL juga menyinggung soal gencarnya rakyat kita diserang oleh berita berita hoax yang cukup meresahkan dan mengganggu sendi sendi kehidupan sosial masyarakat kita, olehnya itu pesantren sebagai salah satu pilar utama di masyarakat diharapkan bisa menjadi filter yang positif.

Wapres RI H.M. Jusuf Kalla dalam arahannya menekankan pentingnya pendidikan model pondok pesantren, karena didalamnya selain untuk menimba ilmu, juga ada pelajaran berupa hikmah, kebijaksanaan dan elaborasi nilai nilai lokalitas yg berbasis agama dari para Alim Ulama dan Anregurutta bisa diperoleh, dan hal ini susah diperoleh dari bangku sekolah apalagi dari internet saja.

Wapres juga prihatin dari segi keilmuan dan kemampuan duniawy , kita di Indonesia masih Wapres juga prihatin dari segi keilmuan dan kemampuan duniawy , kita di Indonesia masih ketinggalan dari negara negara lain, khususnya ilmu terapan, olehnya itu pesantren harus menangkap ini sebagai sebuah tantangan untuk Santri Santri kita ke depan. Bila ilmu terapan dipadukan dengan ilmu agama, maka yakin Indonesia ke depan semakin jaya.

Pak JK juga menegaskan agar pesantren bisa tetap mempertahankan nilai nilai Islam yang Washatiyah (Moderat) yang menjadi ciri dari Islam di Indonesia.

Ilmu baik agama maupun umum sekarang bisa diperoleh di mana saja. Hal itu berkat perkembangan teknologi. Kita bisa belajar tafsir dan hadits di rumah atau di mana saja. Yang tidak dapat diperoleh dengan cara seperti itu adalah akhlak. Akhlak hanya dapat diperoleh lewat bimbingan ulama. Pesantren lah tempat yang tepat un membina akhlak. Karena itu kita harus berterima kasih kepada para ulama yang membina pesantren. Pesantren memberikan ilmu dan akhlak secara seimbang, jelas pak JK

Selanjutnya, Wapres Jusuf Kalla bersama seluruh Undangan bergeser meninjau Asrama Santri berbentuk Rumah Susun yang telah tampung pengerjaannya dan siap untuk dimanfaatkan. Ibu Wapres Hj. Mufidah Jusuf Kalla diberikan kehormatan melakukan Pengguntingan Pita sebagai simbol Asrama tersebut siap digunakan dan dimanfaatkan. (Wrd)

Pengirim:
Mawardy Siradj
Pelaksana Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel

loading...
loading...