Kali Kedua Abraham Samad Diperiksa di Mapolda SulselBar

oleh -150 views

images(7)Indotimnews.com– Pemeriksaan lanjutan kasus yang menyeret Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ) non aktif ,Abraham Samad dalam kashs dugaan pemalsuan domumen kependudukan yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilanjutkan ,Selasa ( 28/4 ) besok , di Mapolda Sulselbar .

Direktur Reserse Kriminal Umun Polda sulselbar ,Kombes Pol Joko Hartanto mengatakan pemeriksaan lanjutan terhadap Ketua KPK Non Aktif akan di gelar besok ,sesuai dengan surat panggilan yang telah dilayangkan kepada AS melalui Kuasa hukumnya kamis lalu .

” Kita sudag layangkan surat panggilan unuk pemeriksaan lanjutan terhadap AS ,melalui kuasa hukumnya ” , Kata Joko Hantanto .

Lanjutnya , jika dalam pemeriksaan lanjutan nantinya , AS terbukti bersalah maka akan dilakukan penahanan ,namun tentunya kita juga akan melihat secara objektif dan subjektif dalam kasus yang menyeret mantan Ketua KPK non Aktif , tutup Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Joko Hartanto .

Diketahui ,Mantan Ketua KPk non aktif ,Abraham Samad menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen kependudukan,dan pasal yang disangkakan adalah pasal 264 ayat ( 1 ) subsider pasal 266 ayat ( 1 ) Juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP Undang Undang nomor 23 tahun 2006 yang telah di perbaharui dengan undang undang nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi Kependudukan .

Sementara itu, Direktur Anti Corruption Committee (ACC) yang juga selaku kuasa hukum Abraham Samad wilayah kota makassar , Abdul Muthalib mengatakan bahwa dalam kasus tersebut terdapat permainan yang dilakukan oleh kepolisian yang terus melakukan diskriminalisasi terhadap Abraham Samad hingga merujuk kepada penahanan.

“Besok As akan siap menghadiri panggilan terkait kasus yang sama yaitu pemalsuan dokumen. Kami melihat kasus ini sepertinya dipermainkan. Setelah kami menelusuri kami melihat ini dibuat-buat dan ada indikasi kriminalisasi kami lihat,” ucapnya.

Olehnya itu kata dia, pihaknya akan mendesak penyidik segera melakukan mekanisme gelar perkara khusus untuk menghentikan kasus tersebut jika tidak cukup bukti. “Kami beraharap besok jadi putusan terakhir dan legowo melakukan gelar perkara khusus dan meninjau kembali kalau memang cukup bukti, karena sampai saat ini kasus ini dipermainkan dan tidak ada kepastian hukum bagi As,” lanjut Abdul Muthalib.

Selain itu, Ketua Advokasi Abraham Samad, Adnan Buyung Azis, mengungkapkan, jika Abraham Samad resmi ditahan usai pemeriksaan dengan bukti yang cukup, Adnan mengakui telah menyiapkan surat penangguhan penahanan.

“Kami telah persiapkan jika As ditahan, Kita sudah memperlihatkan surat penanggunan penahanannya, Mudah-mudahan pemeriksaan ini hanya sebatas pemeriksaan dan tidak mengarah pada penahanan,” ucapnya.

Intinya kata Adnan, kepolisian harus segera melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan kasus tersebut dilanjutkan atau tidak berdasarkan bukti yang ada. Pasalnya kata dia, setelah pemeriksaan, pihaknya akan lansung meminta gelar perkara, “Kita mau melihat bagaimana skenario penyidik sehingga as ditempatkan sebagai pelaku utama dalam kasus ini,” pungkasnya.

Lanjut Adnan, berkaitan kasus ini, pihaknya menginginkan persoalan tersebut telah ada kepastian hukum dalam pemeriksaan. “Kalau misalnya diteruskan jangan dihenti-hentikan atau dipermainkan dan sebagainya, Kalau memang perkara ini tidak seharusnya proses hukum maka sebaiknya dihentikan. Dilanjutkan tapi untuk dihentikan artinya untuk dilanjutkan tapi dituntaskan pada pemeriksaan,” terannya.

Adnan menambahkan, pihaknya berharap tidak ada kemungkinan buruk yang akan dialami As

“Mudah-mudahan as tidak ada skiwort. Artinya tidak ada lagi kesan as ditahan untuk besok. Kalaupun ada isu-isu As ditahan ini menunjukkan bahwa ada indikasi demdam pada as sementara dalam persoalan hukum tidak ada istilah dendam secara personal,” terang Adnan.

Serupa, Kuasa Hukum lain AS, Zulkarnain, mengatakan, jika As benar mealkukan pemalsuan dan polisi akan menahan maka pihalnya selaku kusa hukum segera meminta As tidak menandatangani berita acara pemeriksaan penahanan, ” Kalaupun itu dilakukan, Kami sangat memprotes keras kalau as ditahan. Pernyataan kami polsisi harus segera menghentikan kasus ini,” tutupnya. . (Tejo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.