Home / Featured / Kaltim Bersatu dan Ormas, Tolak Kepala Perwakilan ORI yang Baru Dilantik

Kaltim Bersatu dan Ormas, Tolak Kepala Perwakilan ORI yang Baru Dilantik

SAMARINDA– Setelah masyarakat dan semumlah aktivis ormas mengamati dan mengawal jalannya seleksi Penerimaan Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (Kaper ORI) Kaltim sejak tanggal dibukanya pendaftaran sampai pengumuman hasil seleksi maka mereka menemukan dugaan konspirasi dan maladministrasi.

“Kami sebagai perwakilan masyarakat Kaltim yang tergabung dalam koalisi ormas kedaerahan Se-Kaltim dibawah komando Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) dengan ini melayangkan Surat Penolakan hasil seleksi kepada Bapak Presiden,” jelas perwakilan GRKB, Wahyudiin, Mi ggu (10/6/18).

Ini poin penolakan sebagai berikut 1. Segala bentuk konspirasi dan maladminstrasi dalam seleksi Kepala Perwakilan Kaltim tahun 2018 ini.
2. Asisten Ombudsman maupun pihak lain yg terlibat dalam aksi kudeta dengan melayangkan petisi terhadap Kepala Perwakilan Kaltim yang terdahulu tanpa diproses oleh pihak Ombudsman RI dengan keadilan dan keterbukaan.
3. Politik kepentingan yang menghambat kinerja Ombudsman ke depan
4. Terjadi konflik internal yang nantinya terjadi lagi akibat ulah oknum yang dapat merugikan kepentingan masyarakat.
5. Menolak Kaper terpilih yang bukan putra-putri Kaltim apalagi berdomisili luar Kaltim yang tidak mengenal daerah tempatnya yang akan dipimpinnya.
6. Penerimaan Kaper yang tidak memperhatikan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah bahwa pemberdayaan SDM untuk daerah patut jadi pertimbangan dlm rekruitmen.

Dengan dasar bahwa Ombudsman RI Lembaga Negara pengawas eksternal harapan masyarakat Indonesia.

“Kami Bertekad Bersama Kubela, Ku Jaga dan Ku Perjuangkan Marwah Ombudsman RI,: tambahnya.

Diakui, dukungan ini oleh semua lapisan masyarakat dan Ormas Kedaerahan Se-Kaltim dan dibawah Komando Gerakan Rakyat Kaltim Bersatu (GRKB) ketuanya Wahdiat Algahazali dan DPW Pusaka (Persekutuan Asli Kalimantan) ketua Ir. Rachmadansyah di Samarinda.

“Diperkirakan ada sekitar 50 ormas yang saat ini bergabung dan akan terus mengalir dukungan dari berbagai daerah. Itu baru ormas dari Samarinda, Balikpapan dan Bontang,” ucap Wahyuddin.

Ia menuturkan, koordinator lapangan nantinya yang juga Perwakilan dari Forum Masyarakat Kaltim Peduli Ombudsman.

Lanjut Wahyuddin, upaya lain pula jika dalam hal ini tidak ada perhatian maka asyarakat Kaltim akan menduduki Kantor Kepala Perwakilan ORI Kaltim sampai permintaannha diterima serta melayangkan mosi tidak percaya pada lembaga negara ini. (*)

loading...