Kapolrestabes Makassar mengaku mampu beri rasa aman warga kota

oleh -5 views

dialog-publikMakassar– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Gowa Raya dan mahasiswa Mahkamah Sulsel menggelar diskusi publik di warkop Kopizone Jl Boulevard Panakukkang, Kamis (15/10) Siang.

Dialog publik yang digelar HMI cabang Gowa Raya dan Mahkamah Sulsel ini terkait dengan darurat kriminal jalanan dan sosialisasi Makassar Harus Aman.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartono mengatakan berkomitmen untuk membangun Makassar yang aman.

“Saya tekankan untuk kedepannya membangun komitmen agar warga kota Makassar tetap aman,” kata Rusdi.

Ia juga punya komitmen untuk mendukung program pemerintah kota Makassar yang selalu mewujudkan untuk kota aman dan nyaman.

Awalnya, Rusdi mengakui angka kriminal jalanan di kota Makassar lebih tinggi dari pada beberapa kota lain di Indonesia yang pernah ia tinggali.

“Tapi saat saya di Makassar, dan kemudian saya minum kopi bersama dengan warga disini saya merasa nyaman dan saya mampu bisa membuat warga nyaman,” jelasnya.

Wakil wali kota Makassar Syamsu Rizal yang juga hadir sebagai narasumber tidak bisa menapikan kasus begal yang yang seakan tidak terbendung.

Pria yang akrab disapa Deng Ical ini mengatakan fenomena tersebut membuat pemerintah kota awalnya tidak memproteksi fenomena begal.

“Fenomena begal ini tidak pernah dipikirkan pemerintah makassar sehingga semakin gila-gilaan dalam satu tahun terakhir,” ujarnya.

Deng Ical menyebutkan dalam angka statistik kurang lebih ada 800 kasus begal atau kriminalitas jalanan.

Deng Ical menjelaskan pemerintah kota mati-matian akan melakukan tindakan pencegahan. “Menurut saya, fenomena begala adalah turunan dari isu global,” jelasnya.

Dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemerintah kota Makassar kedepannya akan mencaikan anggaran besar untuk melakukan tindakan pencegahan.

Tindakan pencegahan itu akan dilaksanakan pada awal tahun 2016 dengan memasang CCTV pada setiap kompleks dan setiap lorong, atau akan dibangunkannya wallroom untuk deteksi dini.

“Yang jelasnya kalau makassar tidak ‎kalo makassar tidak aman, maka sebut saja kami gagal. Karena visi kami sangat jelas untuk membangun rasa aman warga, ” Ungkapnya.

Daeng Ical juga menilai angka kekerasan dan kriminalitas jalan yang disebabkan ada gate antara yang kaya dan yang belum kaya.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik ini seperti Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Rusdi Hartanto, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal dan Praktisi Hukum Ilham Muin.

Dalam kesempatan itu, Daeng Ical dan Rusdi Hartanto melakukan penandatangan petisi ” Makassar Harus Aman “.

Selain itu Puluhan Mahasiswa dari Mahkamah Sulsel dan HMI Cabang Gowa Raya juga hadir dalam kegiatan ini.

Sementara Deklarasi publik dalam mencanangan Makassar Harus Aman, Pelaku pembegalan kembali diciduk oleh Unit Khusus Polsek Rappocini di jalan Tidung Mariolo Kecamatan Rappocini Makassar, Kamis ( 15/10/2015) Pukul 00 : 15 Wita, dini hari.

Dia adalah Muhammad Fahri Muhrafa alias Ari (15 ) warga jalan Tidung 1 Setapak 2 No.10 yang telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan
( Curas) ‎di 7 Tempat Kejadian Perkara ( Tkp) .

Kepala Polisi Sektor ( Kapolsek) Rappocini, Ajun Komisaris Polisi ( Akp) Muari menungkapkan hasil pemeriksaan dari pelaku mengakui telah melakukan aksinya di 7 titik .

” Hasil introgasi terakhir, pelaku mengakui 7 Tkp, ” Ungkap Muari.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaku yang diamankan ini masih berstatus Pelajar, di Sekolah Menegah Pertama ( SMP) Nur Karya Tidung yang kerap beraksi bersema rekannya ” Pelakunya masih berstatus Pelajar, saat ini anggota masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lain , ” Kata Kapolsek Rappocini Akp Muari.

Editor : Andi A Effendy/Tejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.