Kasad Jenderal TNI Mulyono: “TNI adalah Rakyat dan Rakyat adalah TNI, serta Rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI”

oleh -447 views

_20151215_115440Makassar– Hari Juang Kartika yang kita peringati tahun ini, terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI AD dengan rakyat. Pada tanggal 15 Desember 1945, di kota Ambarawa, Jawa Tengah, para pejuang pendahulu TNI AD bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Satuan Angkatan Darat (Kasad), Jenderal tNI Mulyono, dalam siaran persnya yang diterima indotimnews.com, Selasa (15/12).

dijelaskan, ketika itu pasukan Tentara Keamanan Rakyat dibawah Pimpinan Kolonel Soedirman, sebagai Komandan Divisi V Banyumas, berjuang bersama-sama rakyat untuk mengusir Tentara Sekutu keluar dari Ambarawa,

Berkaitan dengan hal itu, Kasad mengingatkan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden RI dan Panglima TNI dalam peringatan Hari TNI ke-70 tanggal 5 Oktober yang lalu, yakni TNI adalah Rakyat dan Rakyat adalah TNI, serta Rakyat Indonesia adalah ibu kandung TNI.
Bagi TNI AD, penekanan tersebut akan selalu relevan dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas.

“TNI AD tidak hanya tentara yang lahir dan terbentuk dari rakyat pejuang , tetapi selalu dan akan terus berjuang bersama rakyat. Sejarah telah membuktikan bahwa selama 70 tahun masa pengabdiannya, TNI AD tidak dapat dilepaskan dari rakyat.
Dengan persenjataan sederhana dan sarana seadanya, namun disertai semangat juang yang tinggi, keuletan, keberanian, sikap rela berkorban dan pantang menyerah, akhirnya mampu menghadapi pertempuran sengit itu.

Lanjut Jenderal TNI Mulyono, dengan hasil yang gemilang. Episode perjuangan yang kemudian dikenal dengan Palagan Ambarawa inilah, yang kemudian ditetapkan sebagai tonggak Hari Juang Kartika. Palagan Ambarawa telah menjadi tonggak sejarah perjuangan TNI AD dalam melindungi keselamatan bangsa, menegakkan kedaulatan negara, serta menjaga keutuhan NKRI. Dari peristiwa heroik ini, kita mendapatkan teladan nyata dari para pahlawan bangsa tentang bagaimana menjalankan setiap panggilan tugas negara.,” ucapnya.

Semangat juang seperti inilah kata Kasad yang selayaknya terus digelorakan dalam jiwa dan ditanamkan dalam hati sanubari setiap Prajurit TNI AD. Selanjutnya, sebagai salah satu pilar penopang bagi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI AD tidak hanya harus menjadi kekuatan yang profesional, kuat, kokoh, dan andal, tetapi juga harus selalu manunggal dengan rakyat.

“Sejarah telah membuktikan bahwa kebersamaan TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan yang sinergis, telah berhasil mengatasi berbagai ancaman, gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa Indonesia. Saya berkeyakinan negara kita akan tetap berdiri dengan kokoh, bila rakyat menyatu dengan TNI,serta seluruh komponen bangsa bersatu padu dan bersinergi membangun bangsa. Kita perlu mengingat kembali pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman bahwa Negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerja sama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan diluar tentara,” jelas Mulyono.

Pesan Bapak TNI tersebut hendaknya selalu tergelorakan dalam hati dan pikiran setiap prajurit TNI AD , serta menjadi landasan moral dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Sejalan dengan kemajuan jaman, TNI AD memang harus terus berkembang dan membangun dirinya menjadi organisasi yang semakin modern dan professional , tetapi sekali lagi, TNI AD tidak pernah boleh meninggalkan jati diri dan roh perjuangannya sebagai tentara rakyat.

Dalam kaitan itu, di samping terus melakukan kegiatan pembinaan satuan secara berkelanjutan untuk memelihara dan selalu meningkatkan kemampuan tempur sebagai prajurit profesional, TNI AD juga harus terus memelihara kemanunggalannya dengan rakyat, antara lain melalui pembinaan teritorial di seluruh wilayah tanah air.

Demikian pula pada momentum peringatan Hari Juang Kartika tahun ini, jajaran TNI AD di seluruh tanah air tidak hanya memperingati, tetapi juga terus melakukan berbagai kegiatan karya bhakti untuk mempelopori dan membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah masing-masing. Para peserta upacara sekalian yang saya banggakan, Berbagai keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai TNI AD hingga saat ini, tentu tidak terlepas dari kerja keras dari para sesepuh, para pimpinan,serta pengabdian para pendahulu selama berdinas di satuan jajaran TNI AD. Tanpa karya dan pengabdian para pendahulu sekalian.

TNI AD tentu tidak akan terbentuk sebagaimana wujudnya saat ini. Untuk itu, atas nama pribadi dan selaku Kepala Staf Angkatan Darat saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan kepada TNI AD. Kami juga mohon doa restu bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan kemajuan TNI AD kedepan, sebagaimana menjadi harapan dari para sesepuh dan pendahulu TNI AD.

Peringatan Hari Juang Kartika tahun ini, mengusung tema :“Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian”. (Rilis)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.